HEADLINESOPINION

Maluku Utara: Pesawat Amfibi Tampil Dalam Festival Rempah 2017

Maluku Utara dan sekitarnya telah menjadi pusat perhatian sejak berabad yang lampau, terkenal sebagai tujuan dari jalur sutera pada masa abad pertengahan hingga datangnya zaman kolonial eropa di Nusantara. Perdagangan komoditi rempah-rempah yang sangat terkenal dan menjadi daya tarik yang menawan.

Jailolo yang termasuk dalam Kabupaten Halmahera Barat yang tak lepas bak pinang tak berbelah dengan pulau-pulau sekitarnya juga menyajikan alam pariwisata yang sangat memukau dunia, sehingga banyak tamu mancanegara baik dari Eropa dan Asia Timur berdatangan untuk merasakan keindahan wisata seacra langsung.

Pada tahun-tahun yang lalu, Festival Teluk Jailolo sebagai ikon wisata daerah Ternate dan Tidore telah dilaksanakan sebanyak Sembilan kali berurut-turut setiap tahunnya. Namun, pada tahun ini, secara perdana dibuka pula Festival Pulau rempah yang dilaksanakan pada tanggal 4 – 6 Mei 2017.

Pada festival yang juga melibatkan Pemda Halmahera Barat, Kota Ternate dan Kota Tidore, dimana kepulauan sebagai wujud nyata dari kerjasama daerah potensi emas di bidang pariwisata sehingga wisatawan akan disuguhi dengan berbagai informasi mengenai sejarah rempah di Maluku Utara.

Dalam festival yang didominasi oleh tema kemaritiman, juga menampilkan sisi dunia penerbangan General Aviation pada bidang seaplanes operation. Bali Seaplanes sebuah operasi penerbangan di bawah operasional Dimonim Air tampil memukau dan menunjukkan bahwa operasional pesawat amfibi sejatinya sangat memegang peran penting dalam dunia pariwisata dan penerbangan Indonesia.

Sangat menarik ketika dapat memudahkan wisatawan mengunjungi Ternate dan Tidore sebagai destinasi yang memiliki jenis wisata lengkap yakni bahari, adventure, alam, religi, dan budaya dimana dapat disatukan dalam sebuah tawaran wisata udara yang berbeda dari sebelumnya.

Pesawat amfibi dengan konsep seaplanes operation adalah sebuah alternatif model wisata udara yang sangat digemari oleh wisatawan mancanegara dimana menampilkan sebuah penerbangan yang dapat dirasakan langsung dengan joyflight pesawat udara yang secara langsung dapat melakukan pendaratan dan take off dari air.

Dengan adanya festival rempah yang dilaksanakan perdana di 2017 ini  tentunya akan mendorong kunjungan wisatawan ke Maluku Utara semakin baik dan terus menggali potensi wisata yang ada. Pada Januari 2017 kunjungan wisatawan sebanyak dua belas ribu orang lebih, baik dari dalam maupun luar negeri.

Penulis:

Capt Teddy Hambrata,

Pemerhati General Aviation Indonesia

BACA JUGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *