HEADLINESTOURISM & TRAVEL

Gelar Munas dan Milad ke-40 Ittihadul Muballighin Luncurkan Komite Umroh dan Haji Indonesia

Tangerang, Airmagz.com.com-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ittihadul Muballighin (ITTIHAD) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) 8 dan MILAD ke 40, sekaligus melaunching Komite Umroh Haji Indonesia dan Industri Halal (KUHI) di Hotel Kyriad Airport Jl. Sukamandi, Neglasari, Tangerang, Banten, Jum’at (6/10).

Munas dan Milad kali ini mengambil tema “Memantapkan Peran Serta Muballigh dalam mengawal Aqidah, Alhusunnah Waljamaah dan Akhlak serta Pengamalan Pancasila dan Demi Keutuhan NKRI”. Sedangkan KUHI sendiri merupakan salah satu bisnis Unit dari Badan Otonom LAZIM (Lembaga Amil Zakat Ittihadul Muballighin secara Nasional dan Internasional. Sehingga selanjutnya KUHI (Komite Umroh Haji Indonesia 8: Industri Halal) akan menjadi sebuah Bisnis Muballiqin.

Tranfomasi Bisnis ini merupakan sebuah Iangkah besar yang sangat positif di tengah kemajuan industri bisnis di Indonesia yang semakin kompetitif, kami merasa perlu untuk melakukan percepatan, profesional dengan membangun kerjasama antar Jaringan Muballiqin di Indonesia dan Internasional khususnya membantu, mengawasi dan mendampingi Umroh dan Haji masyarakat Indonesia yang nantinya akan terintegrasi dan bersinergi dengan sistem teknologi sehingga memudahkan, menyederhanakan, transparan dan cepat dalam sebuah pelayanan.

Kekuatan sinergi ini akan memperkokoh Ittihadul Muballiqin dengan Tagline “Pembelian Pesawat Umroh dan Haji serta Penyediaan Graha Umroh & HajI Nasional dan Pembangunan Museum Umroh dan Haji NasionaI Indonesla” menjadi PIONER Industri Penerbangan Umroh & Haji NasionaI daIam layanannya.
Dalam programnya Ittihadul Muballiqin tetap mengunakan format penempatan Muballigh ke desa-desa & daerah yang membutuhkan se Idonesia dan meningkatkan iman & takwa serta harkat martabat dalam kemandirian ekonomi. Kami pun akan terus menjadi organisasi yang diakui OKI (Organisasi Konferensi Islam) selamanya, di mana dari tahun 1978 kiprah kami sudah dimulai bersama OKI.

“Tujuan visi misi dalam membangun unit bisnis ini, untuk memudahkan, menyederhanakan, dan mempercepat sebuah pelayanan yang selama ini dalam Umroh dan Haji masih banyak hal hal yang belum kita rasakan sebuah pelayanan yang lebih baik, dan yang kedua untuk membuat standarisasi pelayan haji/ umroh serta yang ketiga adalah untuk Muballigh ada tempat bertanya dan pengawalan.

“Maknanya adalah bagaimana memberikan layanan dan sinergi yang baik dengan muballigh,” ucap M. Yanvi Alex selaku Sekjen sekaligus Public Relation Ittihadul Muballiqin.

Lanjut Alex, teknisnya tentu saat ini kita sudah ada empat slot. Intinya kerjasama Jakarta-Jeddah, Jakarta-Madinah, atau Jakarta Via salah satu Mesir langsung Jedah dan Jakarta-Malaysia-Jedah atau Madinah. Secara pesawat, teknisnya ada dua yang kita carter. Dalam konteks muballigh sudah mulai ada pembeli, makanya sudah ada dana penjer (DP) sehingga pesawat bisa dikatakan sudah ada.

“Secara konsep di LAZIM Sebagai Badan Otonom membuat sebuah perusahaan, nanti di dalam perusahaan akan bersama – sama berwakaf untuk melunasi pesawat. Untuk teknik yang lain kita juga sudah siap kan, pilot, kru dan sekolah beserta Office berada di Halim Perdana Kusuma,” jelasnya.

Hal senada pun diucapkan oleh KH. Sukron Makmun selaku pengawas dan sekaligus Pendiri Ittihadul Muballiqin, ia mengatakan harapannya akan MUNAS 8 dan Milad 40 ini menjadi Konsolidasi Organisasi secara Nasional mau pun Internasional yang secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat muslim Indonesia utamanya tentang KUHI sebagai bisnis yang strategis Ittihadul Muballiqin dan memberi andil pelayanan Umroh dan Haji Nasional.

“Sehingga membawa perubahan serta memberi pencerahan menuju masyarakat yang adil, berkarakter dan sejahtera,” paparnya.

BACA JUGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *