AIRCRAFT

Pesawat Terbesar di Dunia Stratolaunch Diprediksi Mengudara Tahun Depan

Jakarta, Airmagz.com – Pendiri Microsoft Paul Allen, menghabiskan waktu sekitar 6 tahun untuk memastikan mimpinya menjadi kenyataan dalam proyek membangun sebuah pesawat raksasa yang mampu meluncurkan roket ke luar angkasa.

Hal itu terwujud melalui perusahaan Stratolaunch System-nya yang akhirnya berhasil membangun pesawat terbang dan untuk pertama kalinya meninggalkan hanggar di Gurun Mojave di Amerika Serikat, beluma lama ini. Sebagaimana dikutip dari laman siakapkeli.

Adapun pesawat raksasa tersebut diberi nama Stratolaunch.

Diketahui pesawat tersebut memiliki panjang sayap hingga sayap setinggi 385 kaki, dan itu yang terpanjang di dunia.

Semenatar untuk berat tanpa muatan adalah 500 ribu paun, namun mampu mengangkat berat maksimun 1.8 juta paun.

Dengan jumlat berat yang luar biasa itu, Stratolaunch memerlukan 28 ban untuk bergerak dan digerakkan dengan 6 enjin pesawat 747 untuk membawa semua muatan tersebut.

Menurut Allen, pesawat tersebut dibuat dengan ukuran sedemikian rupa sehingga memungkinkannya berfungsi sebagai peluncur roket.

Dibandingkan metode peluncur roket konvensional dari peluncur roket di darat, selain membutuhkan banyak bahan bakar, Stratolaunch mampu meluncurkan roket dengan menerbangkan roket terlebih dahulu ke udara.

Saat diluncurkan, Stratolaunch telah mendapatkan pelanggan pertamanya, sebuah perusahaan swasta yang dikenal dengan ATK Orbital.

Perusahaan bermaksud menggunakan Stratolaunch untuk meluncurkan roket Pegasus XL ke luar angkasa.

Ide membangun Stratolaunch mirip dengan ide pesawat pertama Allen, SpaceShipOne.

Dengan pesawat terbang tersebut, Allen dan rekan-rekannya memenangkan Ansari X Award pada tahun 2004, sebuah kompetisi yang didirikan oleh Yayasan X Prize yang ditujukan untuk membangun armada pribadi yang dapat diterbangkan berulang kali.

SpaceShipOne juga telah digunakan sebagai dasar untuk pembangunan pesawat ruang angkasa Virgin Galactic, sebuah perusahaan swasta yang dimiliki oleh Richard Branson.

Namun, sebelum Stratolaunch diberi wewenang untuk menerbangkan roket tersebut, pesawat harus melalui serangkaian tes penerbangan terlebih dahulu.

“Ini adalah langkah penting dalam persiapan pesawat untuk tes lapangan, termasuk menyalakan mesin dan yang terpenting adalah penerbangan pertamanya,” dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs perusahaan.

Jika semuanya berjalan baik, Stratolaunch dikabarkan akan menjalani penerbangan pertamanya pada 2019.

Baca Juga : Pesawat Terbang Terbesar Siap Mengudara

BACA JUGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *