HEADLINES

Bontang Siap Bangun Bandara Baru

Jakarta, Airmagz.com – Progres pembangunan Bandara Nyerakat Kiri, Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang terus berjalan. Terbaru, tim appraisal tengah menyusun anggaran pembebasan 80 hektare lahan sisa yang belum terakomodir pada tahap awal.

“Kebutuhan lahan bandara 92 hektare, tapi baru dibebaskan 12 hektare. Anggaran inilah yang sedang disusun tim appraisal,” jelas Iqbal, Kasi Kebandar Udaraan, Dinas Perhubungan Bontang.

Diterangkan Iqbal, pengerjaan pematangan lahan bandara tahun ini telah mencapai 80 persen. Di antaranya pematangan akses masuk bandara yang mendapat bantuan senilai Rp 2,6 miliar dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Kaltim.

“Untuk anggaran selanjutnya, belum tahu. Kemungkinan keluar akhir Oktober ini. Kita sih berharap, segera rampung agar pembangunan fisik bisa segera dilakukan,” bebernya.

Diketahui, bandara Bontang dirancang mampu menampung maksimal 6 pesawat terparkir dengan jenis ATR.
ATR merupakan pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop. Pesawat tersebut memiliki kapasitas 78 penumpang, dalam konfigurasi kelas tunggal dan dioperasikan dua kru penerbang.

Rencananya, bandara yang memiliki luas lahan 80 hektare itu rencananya akan difasilitasi gedung bandara, lahan parkir, bangunan perkantoran dan sebuah hanggar pesawat untuk perawatan dan perbaikan mesin.

Bahkan sebelumnya, PT Angkasa Pura disebut – sebut akan menjadi pengelola bandara di Bontang. Perusahaan pelat merah itu akan menangani perihal operasional bandara melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ditunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.

Sedang bagi daerah akan mendapat keuntungan dari bagi hasil yang berasal dari retribusi pajak kargo, penerangan jalan hingga bentuk retribusi lain.

“Meski pusat yang kelola, tetap ada kontribusi ke kas daerah. Seperti pajak dari kargo, penerangan jalan hingga bentuk lain, yang akan disepakati dengan pihak pengelola,” jelasnya.

PT Angkasa Pura, kata dia, menjadi salah satu BUMN di bawah naungan Kemenhub RI yang berpeluang besar menangani bandara Bontang. Sama seperti sejumlah bandara di Indonesia, termasuk Kabupaten Berau.
Kewenangan daerah melalui Dishubkominfo, jelasnya, terletak pada pengawasan atau monitoring.  Selain itu daerah juga berwenang memberikan rekomendasi pembuatan helipad atau landasan helikopter.

BACA JUGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *