AIRLINESHEADLINES

Cuaca Buruk dan Erupsi Gunung Agung, Jadwal Garuda Berantakan

Jakarta, Airmagz.com – Sejumlah penerbangan Maskapai Garuda mengalami keterlambatan kemarin. Penyebabnya diduga karena cuaca buruk dan erupsi Gunung Agung. Garuda juga mengubah sistem informasinya, sehingga membuat para penumpang resah tanpa kejelasan.

Agus Pambagyo, pengamat kebijakan publik, yang juga menjadi salah seorang penumpang di maskapai tersebut mengaku, pesawat yang ditumpanginya terlambat hampir 10 jam. “Saya harusnya berangkat dari jam 11 siang, tapi baru mulai jalan jam 8,” kata Agus saat Airmagz menghubunginya melalui ponsel.

Agus yang saat itu akan terbang dari Jakarta ke Padang, mengatakan bukan hanya Garuda yang mengalami keterlembatan, tapi semua maskapai juga mengalami penundaan keberangkatan. Meski kecewa, Agus masih akan tetap mempercayakan penerbangannya ke Garuda. Akibat penundaan ini, menurutnya, Garuda sudah bersikap responsif dengan memberi kompensasi 300 ribu.

Agus berharap, ke depan pihak Garuda segera memperbaiki permasalahan ini supaya pelayanannya menjadi lebih baik.

Sebelumnya sejumlah penerbangan maskapai Garuda Indonesia mengalami penundaan luar biasa banyak, terhitung sudah hampir ratusan penerbangan mengalami penundaan. Hal itu berakibat pada penumpukan penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Gusar dengan jadwal yang tak menentu dan jjuga belum diberangkatkannya mereka ketempat tujuan pada akhirnya para penumpang habis kesabaran mereka, sempat terjadi ketegangan di ruang manager on duty Garuda. Penumpang juga menarik keluar Duty Manager maskapai Garuda Indonesia, Nabiel. Polisi dan tentara memberikan pengawalan. Pihak maskapai Garuda Indonesia juga menjelaskan soal penginapan penumpang serta pengembalian uang tiket.

Penjelasan Garuda Indonesia

Menyusul sejumlah keterlambatan dan penundaan layanan penerbangan Garuda Indonesia yang terjadi kemarin, Jumat (1/12), sat ini seluruh penerbangan Garuda Indonesia mulai berjalan lancar dan sudah tidak ada penumpukan penumpang yang terjadi seperti saat kemarin.

Pasca terurai antrian penumpang dari Jakarta telah diberangkatkan sebanyak 92 flight, sementara dari keseluruhan wilayah telah diberangkatkan sebanyak 317 penerbangan. Adapun jumlah penerbangan perhari dari Jakarta sebanyak 174 penerbangan sementara seluruh penerbangan Garuda Indonesia dari seluruh wilayah ada sekitar 550 flight.

VP Corporate Secretary Hengki Heriandono mengungkapan, “Terkait sejumlah pembatalan penerbangan yang terjadi hingga hari ini, kami juga telah mengupayakan recovery plan berupa pemberangkatan penumpang pada hari ini yang sebelumnya terdampak pembatalan penerbangan”.ujar Hengki

“Kami juga melakukan mapping flight yang terdampak, untuk mengurangi efek delay”.

“Selain itu, kami juga telah menginformasikan lebih awal kepada penumpang terkait perubahan jadwal penerbangan untuk menghindari terjadinya penumpukan penumpang di bandara”,

Dalam situasi tersebut Garuda Indonesia juga melaksanakan upaya “full service recovery” terhadap seluruh penumpang yang terdampak, mulai dari pemberlakuan delay management policy sesuai kebijakan yang dijalankan perusahaan dengan memastikan hak-hak penumpang dapat terakomodir dengan baik.

“Khusus untuk mekanisme full refund, mengacu pada kondisi saat ini, kami akan memberlakukan kebijakan full refund hingga hari minggu depan”, setelah itu akan kita evaluasi kembali, tambah Hengki.

“Salah satu yang kami lakukan tadi malam adalah menginapkan penumpang yang terdampak di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta tadi malam di sejumlah hotel terdekat di bandara, untuk kemudian kembali diberangkatkan pada pagi hari ini”, ungkap Hengki.

Terkait penumpukan penumpang yang terjadi sejak Jumat kemarin di beberapa bandara, Garuda Indonesia juga telah melakukan antisipasi dengan memberlakukan mekanisme over time pada petugas yang bertugas dan pengerahan family assistance center (FAC) untuk mengakomodir kebutuhan pelayanan bagi penumpang yang terdampak.

”Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan seluruh pengguna jasa atas keterlambatan dan penundaan layanan penerbangan tersebut. Kami akan terus berupaya sebaik mungkin dalam mengantisipasi contingency plan penumpukan penumpang tersebut – namun mengingat Garuda Indonesia masih dalam proses penyesuaian sistem baru pada assignment pesawat dan crew, maka adanya massive adjustment pada trafik pergerakan pesawat dan crew tersebut berdampak pada beberapa penerbangan yang dibatalkan”, paparnya.

Garuda Indonesia juga turut menghimbau para penumpang untuk memastikan kembali nomor kontak atau alamat e-mail yang tercantum pada tiket, agar kami dapat menghubungi apabila terjadi perubahan schedule penerbangan.  (MD)

BACA JUGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *