AIRCRAFTHEADLINES

PAK TA, Kargo Monster dari Rusia

Masih ingat pesawat kargo raksasa buatan Rusia yang bernama Antonov An-225 Mriya? Dalam beberapa waktu ke depan, mungkin nama besar An-225 Mriya bakal meredup seiring bakal hadirnya pesawat kargo raksasa baru bernama PAK TA, singkatan dari Perspektif Airborne Complex Transportasi Aviation.

Jakarta, Airmagz.com – Meskipun daya angkut PAK TA belum bisa mengalahkan An-225 Mriya yang sanggup membawa muatan hingga 250 ton, pesawat raksasa baru yang penampilannya sekilas mirip pesawat jet siluman buatan Amerika Serikat (Stealth) ini memiliki kemampuan yang mencengangkan: dapat melesat dengan kecepatan hingga 2.000 km perĀ  jam (1.243 mph) dengan jarak tempuh hingga 7.000 km (4.350 mil). Bahkan, pesawat berkategori kargo militer ini dirancang untuk capable membawa tank ke zona tempur dengan kecepatan supersonik.

Apalagi, Rusia juga berencana akan membuat 80 pesawat sejenis PAK TA. Jumlah tersebut nantinya memungkinkan Rusia mengangkut 400 tank berat atau 900 kendaraan lapis baja ringannya ke medan perang dengan waktu yang jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Tak mengherankan bila Rusia mengklaim nantinya mampu menyebarkan ribuan bahkan jutaan pasukannya ke banyak wilayah manapun hanya dengan waktu paling lama tujuh jam.

Semula, PAK TA diproyeksikan untuk menggantikan armada angkutan udara berat Rusia yang sudah ada saat ini, yaitu Antonov An-22 Antei dan Antonov An-124 Ruslan. Kedua pesawat kargo tersebut hanya mampu membawa muatan dengan kapasitas 60 ton dan 120 ton.

Pak Ta memiliki satu mesin besar utama yang ditempatkan di bagian atas pesawat. Sedangkan disisi kiri dan kanan pesawat ada dua buah mesin yang berfungsi membantu daya dorong pesawat. Uniknya, kedua mesin ekstra tersebut menggunakan energi baterai yang berasal dari mesin utamanya. Gagasan pembuatan konsep pesawat kargo monster ini datang dari Military-Industrial Commission Rusia, dan struktur bangunan pesawat didesain oleh seorang manajer teknis di Volga-Dnepr Group.

Proyek Mimpi Rusia?

Menurut kabar, Viktor Livanov (CEO Ilyushin Aviation Complex) mengaku bahwa pesawat ini baru sampai pada tahap rancangan yang implementasinya bakal dilakukan pada tahun 2024 mendatang. Sebab, detail bentuk pesawat ini masih dalam proses diskusi bersama banyak pihak, termasuk bersama beberapa pelanggan potensial.

Tapi banyak pihak yang menilai proyek pembangunan PAK TA terkesan ambisius dan bahkan dianggap terlalu menjual mimpi. Sebab, waktu untuk pengadaan pesawat ini dinilai sangat singkat. Bahkan ada yang menduga proyek ini hanyalah taktik propaganda Kremlin semata untuk menciptakan kesan bahwa kemampuan industri militer Rusia sudah memiliki kemampuan teknologi yang luar biasa.

Banyak pula orang yang meragukan keefektifitasnya dan keamanan pesawat supersonik berukuran jumbo ini. Sebab, menilik ukuran dan bobotnya yang melebihi rata-rata, PAK TA diperkirakan hanya bisa mendarat di landasan yang sangat panjang, dan bahkan harus pada landasan khusus. Di samping itu, burung besi jumbo yang ukuran sayapnya sangat luar biasa ini juga diperkirakan bakal menjadi sasaran empuk bagi pasukan musuh. (BD)

BACA JUGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *