Produk Saab Tepat untuk Geografis Indonesia

Jakarta, Airmagz.com – Hubungan Indonesia dan Swedia tampak semakin mesra dengan kehadiran rombongan Raja Swedia beberapa waktu lalu. Salah satu perusahaan kebanggaan Swedia, Svenska Aeroplan Aktiebolag (SAAB), turut mengharapkan peningkatan hubungan baik antar kedua negara melalui produk dan transparansi pelayanan.

2 Anders Dahl8016
Anders Dahl, Vice President, Head of Saab Indonesia

Pihak manajemen Saab, menyatakan harapannya atas hubungan kedua negara yang lebih baik. Ini dinyatakan Anders Dahl, Vice President, Head of Saab Indonesia. “Kami mengharapkan hubungan Indonesia– Swedia yang semakin bertumbuh. Dengan begitu kami dapat saling berbagi dan tumbuh bersama,” ujarnya kepada Airmagz, Selasa (21/11/2017).

Salah satu komitmen yang dibentuk, Saab menawarkan pelayanan yang transparan dan produk berteknologi tinggi dengan biaya operasional yang murah. Menurut Anders, pihaknya mengerti tingginya permintaan pelanggan atas kualitas produk namun dengan biaya operasional yang semakin rendah.

“Produk kami cocok dengan geografis Indonesia yang luas dan medan yang sulit. Kami juga mengerti bahwa pelanggan menginginkan pelayanan yang transparan. Maka dari itu Saab menawarkan sebuah pelayanan yang sepenuhnya dijalankan dengan transparan,” tambah Anders, mantan Kepala Saab Singapura.

Sebagai bentuk usaha tersebut, Saab menawarkan produk-produk terbaru yang sangat mendukung keadaan penerbangan di Indonesia saat ini. Salah satunya dari segi militer, yaitu Gripen –pesawat tempur multi peran miliknya.

Anders mengatakan, Indonesia memiliki geografis yang variatif, misalnya kondisi medan yang sulit untuk pendaratan pesawat seperti wilayah Papua. Dan, Gripen bisa jadi menjadi salah satu jawaban atas keterbatasan itu

Gripen adalah sebuah konsep tempur unik yang menawarkan keseimbangan sempurna antara kinerja operasional, teknologi tinggi, efisiensi biaya, dan kemitraan industri, juga sistem tempur yang cerdas.

Dengan menggunakan teknologi terbaru, Gripen mampu melakukan berbagai misi udara ke udara, udara ke darat dan pengintaian udara dengan menggunakan senjata terbaru. Gripen dirancang untuk memenuhi tuntutan ancaman yang ada dan yang akan datang, sekaligus memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan, keandalan, efisiensi pelatihan. Dan, semuanya ditangani dengan biaya operasi yang rendah.

Kokpit Gripen berisi Multi-Function Displays (MFDs) dan optik difraktif Head- Up Display (HUD) dengan sudut pandang yang luas, juga dikombinasikan dengan holografik. Bagai mesin-manusia, Gripen memudahkan beban kerja pilot, terutama saat di medan pertempuran. Gripen memberikan keuntungan bagi pilotnya dengan tingkat awareness yang luar biasa.

Untuk urusan radar, Gripen memiliki sensor utama yakni sistem yang mampu mendeteksi senjata lawan dari jarak jauh, bernama PS-05/A. Radar Gripen ini memiliki jangkauan yang jauh, berkinerja tinggi, dapat diandalkan, beresolusi tinggi, dan kemampuan Electronic Counter- Counter Measures (ECCM) yang baik.

Selain itu, Gr ipen juga didukung dengan tenaga penggerak tunggal Volvo Aero Corporation RM12. Dengan mesin ini, Gripen menjadi lebih ekonomis tanpa mengurangi efektivitas tempur.

Di sisi lain, berkat dimensinya yang kecil, pesawat tempur ini dapat mendarat di jalan raya. Kemampuan ini cocok dengan keadaan di Indonesia khususnya di wilayah Papua yang banyak memiliki lintasan pacu pendek. Saab juga menawarkan harga jual pesawat tempur dan biaya perawatan yang rendah, proses alih teknologi, hingga jaminan pemberian kredit ekspor dari Pemerintah Swedia.

Erieye AEW&AC

Selain urusan armada pertahanan, Saab juga menawarkan sistem radar terbaru miliknya yang sangat cocok untuk keadaan geografis Indonesia. Anders mengatakan sistem tersebut bernama Erieye AEW&AC yang memungkinkan pendeteksian ruang udara Indonesia secara lebih efektif melalui udara.

“Indonesia sangat luas, tentu dibutuhkan alat radar dengan jangkauan yang luas pula. Er ieye AEW&AC memungkinkan pengamatan yang lebih efisien,” tambah Anders.

Dari ketinggian operasionalnya, sistem pengamatan dan intelijen Erieye AEW&AC bisa menjangkau wilayah pada radius lebih dari 450 kilometer, dengan bentuk yang mengikuti lengkungan bumi. Ini setara dengan “volume” ruang awas 500 ribu kilometer persegi horisontal dan 20 kilometer persegi vertikal.

Tidak hanya jangkauannya yang luas, sistem ini juga dapat mendeteksi benda sekecil apa pun di permukaan dan di ruang udara dalam kawasannya. Bahkan periskop milik kapal selam sekalipun dapat terlihat jelas. Anders mengatakan bahwa sistem ini cocok untuk membantu perburuan illegal fishing yang saat ini sedang ramai digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Berbasis sistem Active Electronically Sensor Array, sistem ini bekerja pada frekuensi S-band, dengan sensitivitas ultratinggi, dan pencitraan objek yang diamati secara seketika. Data-link yang diterapkan berbasis NATO data-link L16 dan L11.

Bila ditempatkan di wilayah udara Indonesia, maka hanya diperlukan dua Erieye AEW&C di udara Jakarta dan Makassar agar bisa melingkupi 80 persen wilayah udara Tanah Air. (MAH)

You might also like