Phantom Express Ulang-alik Hipersonik yang Super-Irit

Jakarta, Airmagz.com – Sejak pertengahan 2017 lalu, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), sebuah lembaga dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang bertanggung jawab terhadap pengembangan teknologi baru untuk kepentingan  militer, telah mengumumkan bahwa mereka berencana menciptakan sebuah pesawat ruang angkasa baru tak berawak dengan kemampuan yang luar biasa dan lebih hemat biaya: Phantom Express XS-1.

Pesawat yang proses pengadaannya dilakukan DARPA dengan cara bermitra bersama Boeing ini nantinya memiliki ukuran yang hampir sama dengan pesawat jet pribadi dan mampu terbang dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara.

Nantinya, pesawat hipersonik ini diproyeksikan menjadi kendaraan pengantar peluncuran satelit agar dapat tiba di orbit lebih cepat. Selain itu, pesawat ini juga diharapkan bakal mengurangi biaya peluncuran satelit ke luar angkasa dan memutus ketergantungan Amerika Serikat kepada pemasok asing.

Berdasarkan rencana, Phantom Express bakal dibekali kemampuan membawa muatan seberat 3.000 pon ke orbit bumi rendah (ketinggian antara 99 mil hingga 1.200 mil) dengan biaya tidak lebih dari US$ 5 juta per peluncuran. Biaya tersebut kira-kira 10 kali lebih kecil dibanding biaya yang dihabiskan pihak militer AS pada misi ruang angkasa serupa di masa-masa sebelumnya.

Pesawat Phantom Express nantinya juga bakal mampu lepas landas secara vertikal tanpa memerlukan mesin pendorong eksternal dan bisa mendarat seperti pesawat konvensional, mirip dengan Space Shuttle NASA yang sekarang pengoperasiannya sudah dipensiunkan. Sebagai perbandingan, Space Shuttle membutuhkan dua penguat eksternal untuk mempercepat laju pesawat sehingga biayanya sangatlah mahal.

Bisa Terbang Kembali Setelah Mendarat

Meski demikian, menurut pihak DARPA, Phantom Express bukanlah pesawat tradisional atau kendaraan peluncur konvensional, tapi merupakan kombinasi keduanya. Bahkan, dengan kemampuan tersebut, Phantom Express dipercaya bakal lebih tangguh dan efisien dibanding pesawat luar angkasa eksperimental X-37B Pentagon yang peluncurannya menggunakan roket konvensional.

Untuk mencapai titik orbit, Phantom Express dibekali Aerojet Rocketdyne AR-22 sebagai sumber propulsi utamanya. Mesin Aerojet Rocketdyne AR-22 adalah versi mesin utama yang beroperasi menggunakan oksigen cair dan hidrogen cair. Lalu, saat mencapai posisi yang tepat di orbit bumi rendah, Phantom Express akan melepaskan roket pembawa satelit. Setelah itu, Phantom Express akan kembali lagi ke bumi, mendarat seperti layaknya sebuah pesawat terbang.

Hebatnya lagi, pesawat ini nantinya bisa dioperasikan kembali dalam hitungan jam setelah pendaratan. Jadi, secara keseluruhan, kelak, Phantom Express akan berperan sebagai kendaraan peluncur satelit, bahkan dapat melesat kembali ke luar angkasa dengan membawa satelit berikutnya.

Proses pembangunan dan pengujian teknologi pesawat luar angkasa ini, termasuk uji ground engine-nya, bakal dilakukan mulai tahun 2019. Sedangkan tes peluncurannya direncanakan dilakukan sebanyak 12 hingga 15 kali pada tahun 2020. Di tahap tes peluncuran nanti, Phantom Express akan diterbangkan dengan dan tanpa muatan pada kecepatan Mach 5. Setelah itu, akan ada pula tes penerbangan dengan muatan full di kecepatan Mach 10. (BD)