Terkena Sinar UV Berlebih Sebabkan Kanker, Masa Sih?

Jakarta, Airmagz.com – Terik matahari sering kali menyengat kulit bagi masyarakat Indonesia yang berada di garis khatulistiwa. tahukah Anda juga ada risiko penyakit kanker kulit jika terkena paparan sinar matahari secara berlebih?

Kulit adalah organ tubuh paling besar sekaligus organ yang rumit dan ajaib. Kulit bekerja dengan menjaga suhu tubuh agar semuanya bekerja dengan baik. Kulit bisa melakukan banyak hal, fleksibel, kuat, dan dapat memperbaiki dirinya sendiri. Kulit dirancang untuk menahan bentuk tekanan, suhu, dan rasa sakit. 

Dari semua kelebihan kulit, sesungguhnya ia memiliki tumit Achilles, di mana kulit tidak mentolerir radiasi ultraviolet (UV). Sekitar 90% kanker kulit di dunia disebabkan oleh paparan sinar UV. Bahkan, tingkat paparan UV tinggi selama masa kanak-kanak. 

Dilansir dalam US Health Works, kanker kulit terbagi menjadi tiga jenis: Sel Basal, Skuamosa, dan Melanoma

Mungkin kanker sel basal adalah kanker kulit yang paling tidak berbahaya. jenis kanker ini berbentuk luka memerah yang sedikit terangkat yang perlahan tumbuh dan akan sulit disembuhkan. Bagian tengahnya berkerak, terlihat seperti luka ringan.

Sementara kanker kulit sel Skuamosa lebih agresif. Jenis ini biasa diderita mereka yang berada di daerah yang rutin terpapar sinar matahari, seperti Indonesia ini. Diawali dengan benjolan seperti jerawat, namun bagian tengahnya rusak, yang menyebabkan ulserasi. Ini adalah luka yang sangat menakutkan, luka yang sulit untuk sembuh. Luka ini menyebar hingga sekitar 20% dari keseluruhan kulit. Akan lebih sulit bagi obat untuk bekerja ketika kanker sudah menyebar. 

Dan yang paling ganas adalah melanoma, sebab setelah menyebar, ia bisa tumbuh di mana saja. Di dalam mata, jantung, atau otak Anda. Melanoma, seperti kebakaran hutan, mudah dihentikan sejak awal. 

Untuk pencegahan, sunblock adalah hal yang paling baik dalam mencegah kanker. Pakailah 30 menit sebelum pergi keluar ruangan. Oleskan satu ons atau segelas penuh gelas ke seluruh tubuh Anda. Jangan menggunakan sublock dengan SPF kurang dari SPF 15. 

Jika Anda berkegiatan aktif, terutama di air, terapkan kembali tabir surya setiap tiga jam sekali. Ingat bahwa SPF tinggi memblokir fraksi UV yang lebih tinggi (SPF 15 blok 98%, SPF 50 sekitar 99,4%) namun tidak untuk periode waktu yang lebih lama. Sangat dianjurkan untuk mengoleskan tabir surya setiap beberapa jam. 

Selain itu, ingatlah untuk memeriksa kulit Anda sendiri, dan sesekali luangkan waktu untuk memeriksakan kulit Anda ke dokter. Tidak ada salahnya melakukan pencegahan dini, apalagi megingat kondisi masyarakat Indonesia yang juga rutin terkena paparan sinar UV dengan teriknya. (MAH)