Ingin Sensasi Spa Etnik Khas Indonesia? Yuk Ke Ethno Spa Indonesia 2017

Jakarta, Airmagz-  Indonesia terkenal dengan layanan spa terbaik di dunia. Coba bagi Anda yang memang pecinta spa dan perawatan tubuh bisa datang ke Yogyakarta karena  ada liburan bertema spa dan perawatan tubuh yang bisa Anda nikmati.

“Wisata spa di Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Tengok saja pengakuan dunia pada 2009 dan 2012 silam. Saat itu, International Wellness Awards memberikan gelar The Best Spa Destination in The World kepada Indonesia,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementrian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti.

Itu sebabnya, Kemenpar coba meng-create Ethno Spa Indonesia 2017 yang digelar di Yogyakarta. Skala evennya sudah internasional. “Festival ini merupakan sebuah kegiatan yang mempunyai misi mengembangkan, melestarikan dan memperkenalkan Spa Indonesia yang menggunakan rempah-rempah khas dari Indonesia kepada masyarakat luas, dan juga para wisatawan,” kata Esthy.

Kemasan acaranya pun dibuat sangat variatif. Dari mulai Exhibition, Great Sales, Kompetisi Booth Terbaik, Kompetisi Booth Terbanyak, semua ada di sini. “Banyak pemilik spa yang akan datang dari seluruh dunia. Industri spa saat ini sedang maju, apalagi trennya orang semakin sadar akan kesehatan,” ujarnya.

“Di Indonesia sendiri banyak Spa yang menggunakan perpaduan rempah-rempah tradisional, yang memberikan kesan etnich atau yang dikenal dengan istilah etno Spa. Hal ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Indonesia, serta sebagai bentuk pelestarian spa Etnik yang ada di Indonesia,” ujar Esthy

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut ini gagasan baru yang cerdas dan sensasional. Spa itu adalah cara untuk menyeimbangkan tubuh, untuk rileks dan kesehatan.

“Indonesia itu surganya spa. Ada yang disetting di tepi sawah, pinggiran pantai, bantaran sungai, di atas gunung atau ditemani sensasi gemercikan air sungai, semuanya ada di Indonesia. Silakan datang dan buktikan di Ethno Spa Indonesia 2017,” tutur Arief Yahya,

 

Share :