RyanAir Batalkan 82 Penerbangan, Gara-Gara Jadwal Cuti Pilot

Jakarta, Airmagz.com – Maskapai penerbangan murah Ryanair membatalkan 82 jadwal penerbangannya. Hal itu disebabkan maskapai telah mengacaukan rencana liburan para pilotnya.

Pada Sabtu (16/9) maskapai itu mengatakan akan membatalkan 40-50 penerbangan setiap harinya selama enam minggu ke depan. Pihak maskapai mengakui telah mengacaukan jadwal liburan para pilotnya.

Dilansir BBC, Minggu (17/9/2017), karyawan Marketing Ryanair Kenny Jacobs mengatakan calon penumpang yang terdampak dengan pemesanan hingga 20 September mendatang telah mendapat informasi.

“Kami telah mengacaukan rencana liburan para pilot dan kami bekerja keras untuk memperbaiki hal itu,” ujar Jacobs.

Mayoritas pembatalan jadwal penerbangan itu disebabkan karena timbunan pengajuan cuti liburan pada akhir tahun. Maskapai itu kemudian mengubah liburan tahunan, yang biasanya berlangsung pada April hingga Maret menjadi Januari hingga Desember.

Ryanair mengatakan penggeseran jadwal itu berarti mengubah cuti tahunan bagi para pilot pada September dan Oktober.

Pembatalan penerbangan itu mempengaruhi 285 ribu penumpang, yang akan ditawari untuk penggantian jadwal penerbangan atau pengembalian uang tiket. Jacob mengatakan calon penumpang yang terdampak akan dikirimi email.

“Kami menyarankan para calon penumpang yang terdampak untuk mengecek email yang digunakan untuk pemesanan tiket,” katanya.

Namun, para penumpang mengeluh dengan jadwal penerbangan yang tidak pasti. Seperti Gary Cummings dijadwalkan terbang dari Leeds ke Bratislava pada Jumat (15/9) pagi.

Pada Kamis (14/9) malam dia menerima pesan singkat dari Ryanair, yang berisi bahwa penerbangannya telah dibatalkan. Satu-satunya penerbangan alternatif yang ditawarkan pada Senin, di mana ia seharusnya sudah kembali ke Leeds.

“Kami benar-benar tertinggal di limbo,” ujarnya.

Tapi pelanggan memiliki hak di bawah undang-undang Hak Penumpang Eropa.

“Aturannya mengatakan jika maskapai penerbangan tidak memiliki penerbangan alternatif yang memadai, anda harus pesan penerbangan pada maskapai saingan,” kata Simon Calder, editor rubrik perjalanan Independent.

Dia mengatakan, penumpang juga harus mengajukan klaim kompensasi atas pembatalan tersebut.

“Ini adalah hal yang sangat aneh dalam hal layanan pelanggan, untuk mengatakan bahwa kami ingin meningkatkan operasi dengan menjaga lebih banyak pesawat di lapangan,” katanya kepada BBC.

Baca Juga : Terjadi Lagi Candaan Soal Bom Bikin Penerbangan RyanAir Tertunda

Share :
You might also like