Krisis RyanAir, Sampai Saat Ini Sudah 400.000 Penerbangan Batal

Jakarta, Airmagz.com – Maskapai penerbangan Irlandia bertarif rendah, Ryanair akan menghadapi sanksi hukum karena “terus-menerus menyesatkan” penumpang tentang hak-hak mereka setelah ribuan pembatalan penerbangan.

Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) mengatakan telah meluncurkan “tindakan penegakan hukum” terhadap Ryanair, langkah pertama menuju tindakan pengadilan. Dilansir dari BBC,Kamis (28/9), Ryanair salah mengklaim tidak perlu mengalihkan penumpang ke maskapai saingan. Tindakan tersebut dilakukan setelah Ryanair membatalkan 18 ribu penerbangan lagi.

Putaran baru pembatalan penerbangan akan berlangsung antara bulan November dan Maret dan mempengaruhi rencana perjalanan 400 ribu pelanggan lainnya. Sebanyak 34 rute akan ditangguhkan musim dingin ini, termasuk Stansted ke Edinburgh dan Glasgow, Gatwick ke Belfast dan Newcastle ke Faro.

Awal bulan ini, maskapai tersebut membatalkan hingga 50 penerbangan per hari sampai akhir Oktober, yang juga mempengaruhi 400 ribu penumpang. Regulator mengatakan bahwa pada kedua kesempatan, Ryanair telah gagal memberikan informasi yang “dibutuhkan dan akurat” kepada konsumen mengenai hak-hak mereka.

CAA mengatakan bahwa informasi yang diberikan di situs Ryanair gagal menjelaskan bahwa maskapai penerbangan tersebut wajib mengembalikan semua biaya yang dikeluarkan akibat pembatalan penerbangan.

“Biaya tersebut meliputi makan, hotel, serta biaya transfer untuk mengarahkan kembali penumpang ke maskapai lain bila tidak ada alternatif yang sesuai,” kata CAA.

Otoritas penerbangan mengatakan telah menulis surat kepada Ryanair untuk meminta pernyataan publik agar memastikan pelanggan tidak disesatkan setelah gelombang pertama pembatalan penerbangan. Namun maskapai tersebut sejauh ini belum memenuhi permintaannya.

“Ada undang-undang yang jelas, yang dimaksudkan untuk membantu penumpang dalam hal pembatalan, membantu meminimalkan frustrasi dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh keadaan yang benar-benar di luar kendali mereka.”

“Kami telah membuat ini jelas bagi Ryanair,” kata kepala eksekutif CAA Andrew Haines.

Bos Ryanair Michael O’Leary mengatakan bahwa pihaknya “dalam korespondensi dengan CAA dan telah meminta sebuah pertemuan awal untuk mengatasi masalah mereka.” Maskapai ini mengatakan bahwa penumpang yang terkena dampak akan ditawarkan penerbangan alternatif atau pengembalian dana penuh dan telah dikirim melalui email untuk menasihati mereka mengenai perubahan penerbangan yang terjadi sampai akhir Oktober.

Mereka juga akan ditawarkan voucher senilai 40 euro (35 poundsterling) untuk perjalanan satu arah, atau 80 euro perjalanan pulang pergi. Ryanair telah menyalahkan serangkaian pembatalan penerbangan pada daftar teman perjalanan pilot yang “mengacaukan”.

Baca Juga : Ryan Air Berikan Kompensasi Terhadap Sejumlah Pembatalan Penerbangan

Share :
You might also like