AirNav Distrik Manado Dukung Sam Ratulangi Menuju Tourism Friendly Airport

Manado, Airmagz.com – Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau lebih dikenal sebagai AirNav Indonesia terus bertekad menjadi penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan dengan standar Internasional yang mengedepankan keamanan dan kenyamanan. Tidak terkecuali AirNav Distrik Manando, yang merupakan bagian dari Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) di Wilayah flight information region (FIR) Ujung Pandang.

Veibert Johanis Maweikere, Distrik Manager, AirNav Indonesia Distrik Manado, mengatakan AirNav Distrik Manado mendukung penuh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk menjadikan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menjadi akses ke berbagai destinasi wisata di Sulut bagi wisatawan asal China, Korea, dan Jepang. “Saat ini Bandara Sam Ratulangi melayani pergerakan pesawat rata-rata sekitar 70 pesawat setiap hari,” ujar Veibert, saat ditemui Airmagz di Gedung Operasi Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Rabu (10/8).

Lebih lanjut Veibert menyatakan, AirNav Distrik Manado sudah melakukan beberapa modernisasi peralatan navigasi terutama fasilitas surveillance radar yang sudah beroperasi di 2016. “Meskipun peralatan tersebut digunakan oleh pihak ATC Makassar, tetapi itu menjadi bagian tanggungjawab Distrik Manado sebab lokasi untuk menempatkan radar berada di wilayah Manando. Khususnya untuk memantau pergerakan pesawat yang ada di wilayah Manado dan sekitarnya,” jelas dia.

Veibert lebih dalam menjelaskan, Distrik Manado sudah melakukan pembaharuan untuk fasilitas komunikasi. Ada beberapa fasilitas komunikasi yang sudah kami ganti dengan yang baru, baik untuk ATC Manado dan Makassar.“ Kami juga melakukan peremajaan peralatan navigasi sehingga dapat lebih mendukung lagi kegiatan penerbangan di Manado. Salah satunya adalah penggantian instrument landing system (ILS) yang terbaru,” ujar dia.

Selanjutnya Veibert mengatakan, Distrik Manado terus melakukan peningkatan pengoperasian radar kontrol di wilayah Sulawesi Utara sehingga jaminan keselamatan penerbangan di wilayah udara Sulut dapat lebih ditingkatkan. “Hal ini mutlak kami lakukan sebab konsentrasi pelayanan AirNav Indonesia adalah safety,” ujar Veibert.

Guna meningkatkan mutu pelayanan, lanjut dia, Distrik Manado berencana untuk melakukan pengadaan dan pemasangan lift tower, peralatan CCTV, pemancar VHF-ATIS (Freq. 126.4 Mhz 50 Watt) beserta reproducer dan kelengkapannya, VHF ADC 50 W, VHF-APP Secondary 100 W, VHF-APP Secondary 100 W, dan 1 Set ILS lengkap dengan RCMS di Bandara Sam Ratulangi Manado. “Secara umum, pelaksanaan modernisasi fasilitas peralatan yang ada di Distrik Manado berjalan dengan baik. Harapan saya semuanya dapat selesai di 2017,” ujar dia.

Terkait dengan kunjungan wisatawan asal Tiongkok melalui penerbangan langsung, saat ini dilayani penerbangan charter (niaga tidak berjadwal) oleh Lion Air, Sriwijaya, dan Citilink. Dari tanggal 4 Juli hingga Oktober 2016 tercatat ada 315 penerbangan charter yang telah dipesan turis asal negeri tirai bambu.

Dari sisi pengoperasian Bandara Sam Ratulangi mengalami penambahan jam operasional yang semula dari pukul 06.00 sampai 23.00 WITA menjadi 24 jam, sesuai dengan Instruksi Menteri Perhubungan tertanggal 13 Agustus 2016.

Menyikapi Instruksi Menteri Perhubungan tersebut, pihak AirNav Indonesia, siap mendukung dengan mengeluarkan Notice of Airman (NOTAM) No. A2453/16 yang efektif berlaku pada 13 Agustus 2016 dan berlaku selama satu bulan sambil menunggu revisi surat keputusan Dirjen No. 239 Tahun 2014 tentang jam operasi bandara. Selain itu, AirNav Indonesia Distrik Manado menambah jumlah SDM, peralatan, dan prosedur secara berkala sesuai kebutuhan.

Selanjutnya, Bandara Sam Ratulangi pun berbenah guna menyambut kedatangan para turis Tiongkok, seperti pemasangan rambu-rambu petunjuk berbahasa Mandarain, Informasi suara berbahasa Mandarin, dan adanya Taman Anggrek untuk menyambut para turis asal Tiongkok.

Share :
You might also like