Potensi Bisnis Kurir, Perspective Penerbangan Nasional

Oleh : Marco Umbas

Pengamat Penerbangan

Pasar Logistik Indonesia dapat dilihat sebagai industri senilai $ 163,3 miliar (Frost and Sullivan), dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar. Pada tahun 2015, angkutan laut tumbuh sebesar 4,3%, angkutan kereta api sebesar 8,5%, dan angkutan udara sebesar 15,3% dalam volume, dengan pertumbuhan volume keseluruhan selama periode tersebut. Proporsi pasar logistik di Indonesia adalah sebagai berikut:

(Indonesian Logistics Market Size and Growth,Kargo ,MAY 22, 2017)

 

Kebijakan utama Presiden Jokowi yang terkait langsung dengan Industri Logistik Indonesia  adalah  kebijakan  pemerintah untuk fokus pada  pembangunan infrastruktur dan kebijakan Penanaman Modal Asing yang sangat aggressive.

Dengan Adanya project pembangunan infrastructure  dan meningkatkannya jumlah perusahaan asing di Indonesia otomatis meningkatkan arus barang dan jasa khususnya dibagian timur Indonesia

Pertumbuhan E Commerce

Asperindo memprediksi bahwa e-commerce akan berkontribusi 25% Industri Logistik nasional  atau $40,8 Milyar atau 550 Trilyun rupiah, yang diperkirakan akan meningkat sebesar 15,2% per tahun sampai 2019 (E-commerce Incoming; An Industry on the Rise)Asosiasi Logistik Indonesia (ALI)  memperkirakan bahwa bisnis jasa kurir akan tumbuh sebesar 20% -25% di tahun 2017 dan e-commerce akan berkontribusi 15% terhadap pertumbuhannya. Ada dua wilayah di luar Jawa yang mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu Manado (Sulut) Makassar (Sulsel), Jawa Tengah dan Jawa Timur  berkat kemunculan UKM baru

Khususnya untuk pengiriman barang antar kota/propinsi bahwa  yang menikmati growth diatas adalah pemain bisnis kurir sedangkan perusahaan penerbangan hanya  sebagai penonton saja!

Meskipun perusahaan penerbangan memegang peranan kunci didalam bisnis proses kurir secara keseluruhan dalam hal ini, pengangkutan airport to airport.

Namun demikian perusahaan penerbangan   tidak menikmati pertumbuhan tersebut karena harga pengiriman  airport to airport cenderung sangat murah.

Sedangkan  harga  door to door sangat tinggi sehingga perusahaan jasa kurir mendapatkan keuntungan  sangat tinggi.

Sebagai contoh harga pengiriman barang melalui udara ke Ambon berkisar Rp 52.000 per kg , sedangkan perusahaan penerbangan hanya mendapatkan bagian paling banyak 20% saja!

Pemain Kurir domestic Tiki JNE,Kamadjaja logistics,Pos Indonesia, Samudera, NEX Logistics(Blue Bird Group), Atri X’press (Sigmantara Group pemilik Alfamart-Alfamidi), Alfa Express, dan Atri Distribution, Lion Parcel(Lion Air) dan Pahala Express (Pahala Kencana).

Selain itu, startup pengiriman berbasis aplikasi internasional dan domestik juga muncul dan menawarkan tarif lebih murah dan layanan penjemputan dengan cakupan asuransi serta data dan pelacakan real-time. Pemain baru ini termasuk Ninja Express (berbasis di Singapura), Etobee, Deliveree, PopBox, JET express dan banyak lainnya ( Mobile Apps Indonesia-klik Gear).

Pada tahun 2017, JNE telah  membelanjakan Rp 500 miliar untuk meningkatkan layanannya. Sebesar 329 miliar rupiah akan digunakan untuk mengembangkan gerai, 100 miliar rupiah untuk membangun gudang baru di Jawa Tengah, Balikpapan dan Makasar, dan sekitar sepersepuluh atau 50 miliar IDR akan digunakan untuk mengembangkan server dan aplikasinya MyJNE.

Saat ini perusahaan memiliki 5.500 poin layanan dan diharapkan menambah 15% -20% gerai baru. (Presdir TIKI JNE, Mohamad Feriadi : Kini Zamannya Berkolaborasi,Tempo.com Selasa, 11 April 2017 and Kargo,22 may 2017)

Lebih menarik  di bisnis kurir dengan kehadiran  Gosend / Grabexpress telah menjadikan pesaing baru  untuk memindahkan barang didalam kota dengan menawarkan harga yang competitive dan convenient yang sangat tinggi.

Sedangkan  pemain kurir Internasional  yang mempunyai  kompetensi dan brand image yang baik  serta   memiliki seluruh fungsi dalam  logistic business process seperti Fedex,DHL; telah berhasil mekapitalisasi trend diatas untuk keuntungan mereka.

Trend Masa Depan

Era disruption ditandai dengan perkembangan Digitalisasi  khususnya E Commerce di Indonesia,maka diprediksi bahwa  pengangkutan barang di domestik dan regional akan tumbuh sehat didukung oleh perkembangan  industri lokal seiring dengan permintaan melalui akses langsung via web (Industri E-Commerce Semakin Berkembang, Indonesia Paling Pesat!Okezone,com 30 Agustus 2017)

Pengangkutan Internasional akan menghadapi tekanan yang luar biasa pada factor keamanan dan keselamatan sehingga akan sedikit mengurangi kecepatan pengiriman barang.

Diprediksi bahwa bisnis kurir dengan E Commerce tetap menjadi driver  untuk mendorong pergerakan barang baik lintas propinsi dan negara seperti apa yang terjadi di China dengan Alibaba.com

Apabila Bapak Jokowi akan terpilih kembali menjadi Presiden Indonesia, konsekwensi logisnya bahwa  pembangunan  infrastruktur dan pemodal asing terus menanam modal di Indonesia dan akan berlanjut hingga 2024.

Meskipun  Harga BBM cenderung meningkat  dan Rupiah tidak stabil karena rentan terhadap pengaruh ekonomi global, namun karena prediksi  pertumbuhan ekonomi ditahun 2018 sebesar  5,3% (Laporan BPS) dan akan terus menguat ditahun mendatang.

Tentunya  akan mendorong meningkatnya arus barang dan jasa sesuai dengan meningkatnya Market Needs and Wants.

Beberapa  pembangunan bandara baru akan selesai dalam waktu singkat dan maskapai penerbangan akan memiliki alternatif untuk memilih destinasi yang ada.

Pertumbuhan penumpang dan kargo akan terus berlanjut seiring dengan dibukanya bandara baru yang dilengkapi fasiltas bandara Internasional seperti Jogjakarta,Kertajati

Respond Perusahaan Penerbangan

Sementara ini adalah Lion Air Group dengan Lion Parcel  telah merespond trend positive bisnis E Commerce

Dengan kekuatan network domestic,  niscahya   Lion Air dengan business modelnya akan berhasil untuk memanfaatkan kesempatan yang ada.

Airasia dengan modal brand  image yang baik  dan kekuatan di regional market, namun kenyataannya Airasia Redbox Indonesia  belum menunjukan tanda2 kebangkitan mengingat network domestik yang sangat terbatas pada kota2  besar tertentu saja.

Seyogianya dengan kekuatan network di Regional Market, Redbox Airasia dapat berkembang di segment pasar tersebut.

Sedangkan Garuda, Citilink dan Sriwijaya masih belum memberikan signal untuk ikut meramaikan bisnis kurir tersebut.

Meskipun Garuda group mempunyai kekuatan network domestic  dengan brand image yang baik, namun belum melihat bahwa pasar kurir dapat memberikan potensi pendapatan yang signifikan.

Begitu pula Sriwijaya belum memberikan prioritas pengembangan bisnis kurir dengan network yang dimilikinya.

Pengembangan bisnis model yang dilakukan oleh Lion Air Group dan Airasia, seyogianya akan menjadi lebih baik apabila dikombinasikan dengan basis aplikasi.

Sehingga dapat meningkatkan efisiensi business prosess, pada gilirannya akan menurunkan biaya pengiriman dan memberikan harga jual yang lebih competitive kepada pelanggan.

Garuda group dan Sriwijaya air group seyoginya dapat terjun ke bisnis kurir dengan lebih intensive agar menciptakan Revenue Stream yang baru dan menangkap kesempatan dari  bisnis E Commerce yang berkembang pesat di Indonesia.

Kolaborasi dengan  Networking dan menggunakan basis Aplikasi  menjadi solusi tercepat bahkan tidak mengeluarkan investasi yang besar,namun Revenue Creation dapat di capai dalam waktu singkat.

Epilogue

Kejelian untuk memadukan   arah perubahan bisnis dan  peta kekuatan perusahaan penerbangan, menjadi kunci sukses keberhasilan perusahaan penerbangan untuk terus suvive!

Bisnis kurir yang didukung oleh laju perkembangan  E Commerce dan peran kunci perusahaan penerbangan untuk mengangkut barang dengan cepat/akurat dari kota satu ke kota yang lain  seyogianya dapat dikapilisasi untuk menjadi salah salah satu sumber pendapatan perusahaan penerbangan.

Perubahan tidak akan datang jika anda menunggu orang lain. Diri Anda sendirilah yang anda tunggu dan agen perubahan yang selama ini dicariBarrack Obama

 

Share :
You might also like