Nusantaride, Forum Berkendara Motor Melalui GPS

Ada beragam komunitas motor yang bermunculan di masyarakat saat ini. Dari sekian banyak komunitas, ada satu forum yang lepas dari pakem grup motor selama ini, yaitu dengan memanfaatkan teknologi sistem navigasi satelit melalui global positioning system (GPS) untuk melakukan pertemuan, yaitu Forum Nusantaride (NR)

Kehadiran forum NR, berawal dari sekumpulan para pecinta motor yang mencoba mencari tantangan baru dalam melakukan kegiatan interaksi antar sesama penggila tunggangan “kuda besi” tanpa memberikan sekat atas nama merk motor dan sebagainya.

Awalnya, sebelum bulan Juli, ada sekitar 19 orang yang aktif di forum motor yang berada di luar negeri asal Indonesia. Mereka bertekad dan bersepakat untuk membentuk wadah forum penghobi motor khusus di Indonesia. Bermodal tekad dan kemauan yang kuat akhirnya terbentuk Forum NR, pada 24 Juli 2010.

Menurut Ade Adrian Ghazalie, salah satu admin forum NR, Forum NR dimulai dari tanggal 3 Maret 2010 dengan langkah awal membuat BBM Group yang kemudian diikuti dengan Facebook Group dan Fanpage di Facebook sebagai wadah untuk saling bertukar informasi dan menjalin silaturahmi antara sesama anggota yang ada saat itu.

“Seiring berjalannyanya waktu Nusantaride memiliki website sendiri yang diberi label www.nusantaride.com, yang mulai berjalan pada tanggal 24 Juli 2010, sebagai home base informasi NR. Oleh sebab itu anggota forum disebut Subscriber,” ujar pria yang akrab disapa Ade AGhaz tersebut, saat ditemui di kawasan niaga Kota Kasablanka, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat ini, ada empat orang yang punggawa yang menggawangi website milik Forum NR sebagai Admin, yaitu Ade Adrian Ghazalie (Ade AGhaz) di Tangerang Selatan, Adi Nugraha (Adi Cumik) di Jakarta, Adie B Siswoyo di Semarang, dan Rio Maruli Tua di Bekasi.

Tidak lepas sampai disitu, lanjut Ade AGhaz, Forum NR juga merambah ke jejaring media sosial lainnya, seperti Instagram,  Twit ter, dan WhatsApp (WA). “Khusus WA, karena ada batasan kuota jumlah keanggotaan grup maka grup WA tersebut tersebut dipecah-pecah menjadi beberapa grup, seperti grup WA Nusantaride Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagainya,”  jelas Ade Aghaz.

Forum NR memiliki beberapa agenda event, diantaranya GPS Challenge, Nusantaride Humanity Action (NHA), One Day Rally, dan Nusantaride Day. Untuk event GPS Challenge, sesuai dengan namanya, sensasi tantangan guna menaklukan medan menuju meeting point yang ditentukan memalui titik koordinat di GPS.

Dalam event GPS Challenge, para Subscriber hanya diberikan koordinat titik diselenggarakannya event dan waktu pelaksanaannya. “Masing-masing Subscriber yang berasal dari beragam wilayah harus memetakan lokasi berdasarkan koordinat yang telah diberikan pihak panitia ke dalam peta untuk mengetahui dimana lokasi event tersebut digelar,” jelas dia.

Tentu saja, masing-masing peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Tanah Air akan memiliki tantangan dan sensasi yang berbeda untuk mencapai lokasi pertemuan yang sudah ditetap oleh pihak penyelenggara sesuai waktu yang sudah ditetapkan.

Gelar Berbagai Kegiatan

Untuk Nusantaride Humanity Action (NHA),  kegiatan yang mengambil tema kegiatan sosial, seperti membuat perpustakaan,  perbaikan sarana ibadah, berbagi buku untuk anak-anak SD, bedah rumah, distribusi hewan kurban ke perbagai pelosok di tanah air, dan sebagainya. Biasanya kegiatan NHA diikut sertakan dalam berbagai event yang digelar Forum NR.

Sedangkan One Day Rally, yang merupakan konsep perjalanan satu hari yang dikemas dalam bentuk acara ramah-tamah dengan mengusung NHA, seperti memberikan sumbangan buku tulis dan perbaikan mushollah yang berada disekitar lokasi kegiatan.

“Setiap event yang di gelar Nusantaride pasti akan diselinggi dengan kegiatan NHA, seperti yang digelar di Danau Ranau pada Sabtu (10/12) lalu. Sehingga masyarakat dapat menilai bahwa anak motor tidak hanya terkenal ugal-ugalan dan hurahura saja,” kata Ade Aghaz.

Satu lagi event tahunan yang wajib diikuti oleh para Subscriber Nusantaride yaitu Nusantaride Day, yang merupakan puncak kegiatan event tahunan. Dalam Nusantaride Day dihadiri oleh ribuan Subscribe yang berasal dari Sabang hingga Merauke.

Forum NR akan membentuk kepanitian kecil untuk menggelar event puncak acara tahunannya. Dimana anggota kepanitian sebagian besar berasal dari para Subscriber yang berasal dari wilayah di tempat berlangsungnya acara tersebut.

“Kepanitiaan akan ber isikan para Subscriber yang berasal dari lokasi tempat diselenggarakannya acara. Misalkan,  Nusantaride Day di lokasi di Pantai Sapenan, Lampung. Panitia akan terdiri dari Sahabat Nusantaride asal Lampung dan sekitarnya. Mereka akan sibuk mempersiapkan acara tersebut, mulai dari survey tempat, fasilitas ground camping, MCK, hingga tempat untuk dilakukan NHA seperti musholla, rumah, dan sekolah yang akan diberikan bantuan,”  jelas dia.

Setelah dilakukan survey, jika dianggap lokasi tersebut memenuhi syarat maka panitia akan melakuan tagging koordinat lokasi melalui GPS. “Setelah di dapatkan koordinat lokasi yang akan dijadikan tempat digelarnya event tersebut maka koordinat lokasi akan diberikan kepada Admin. Admin akan membroatcast koordinat tersebut di media sosial Nusantaride agar diketahui para Subscriber baik dalam dan luar negeri,” kata Ade Aghaz.

Lebih dalam dirinya menjelaskan, sosialiasi titik koordinat akan dilakukan paling lambat 2 hingga 3 minggu sebelum event digelar. Hal ini untuk memudahkan para peserta untuk mempersiapkan perjalanan menuju lokasi yang telah ditentukan tersebut.

“Informasi titik koordinat untuk lokasi event yang dikeluarkan admin, biasanya disertai dengan informasi lainnya, seperti biaya registrasi dan apa kegiatan yang akan dilakukan disana,” katanya.

Nusantaride menerapakan kewajiban bagi keselamatan dan keamanan dalam berkendara motor. Dimana setiap event yang digelar selalu menyisipkan agenda acara untuk saling berbagi terkait keselamatan dalam berkendara motor. Salah satunya, Subscriber wanita asal Jawa Barat yang telah berkeliling Pulau Sumatera berbagi pengalaman dalam berkendara dengan aman dan nyaman dalam menjelajahi Sumatera.

Selanjutnya ada sesi coaching clinic bagaimana berkendara dengan baik dan aman disegala medan dan bagaimana menanggulang i kondisi yang tidak menguntungkan, seper t i bagaimana menjatuhkan diri dan mendirikan motor kembali dengan benar.

Selain itu, kami juga mensyaratkan bagi Subscrber yang ingin bergabung memiliki SIM-C dan STNK Motor yang masih berlaku.  “Kami menekankan kepada teman-teman Subscriber untuk menghormati pengendara lain dan menghormati masyarakat disetiap medan yang dilalui,” jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, Forum NR juga menekankan bahwa NR bukan group riding dalam berkendara motor menuju lokasi event.  Hal ini untuk menghindari potensi kecelakaan dan arogansi pengendara di jalanan. “Oleh sebab itu, kami menghindari berkendara melebihi dari tiga pengendara motor menuju lokasi event,” tegasnya.

Sensasi yang diber ikan ketika mengendarai motor secara sendiri untuk mencapai titik lokasi begitu besar. Artinya,  sejak jauh hari kami dapat membayangkan, bagaimana nanti perjalanan yang akan dilalui dan hal apa yang harus disiapkan. Bagaimana jika motor mengalami masalah. “Tapi yang pasti ada satu semangat yang membuat teman-teman Nusantaride untuk bertemu adalah bertemu sahabat yang belumpernah bertemu,” pungkas Ade AGhaz.

Share :