Keuletan yang Berbuah Manis

Ajeng Dwiyatcita (Group Marketing Communication Manager di Alfaland Group & Omega Hotel Management)

Setiap dosen tentu mendambakan mahasiwa didiknya bisa sukses di berbagai bidang. Sebab, di balik kesuksesan mahasiswa, selalu ada peran dosen yang tidak boleh dilupakan. Peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November kemarin menjadi momentum bagi dosen muda, Ajeng Dwiyatcita, untuk berkontemplasi.

Betapa bahagianya Ajeng ketika mengetahui mahasiswa didiknya semasa di Universitas Pariwisata dulu sukses di berbagai bidang. Menurut wanita tamatan Komunikasi Universitas Moestopo ini, potret tersebut merupakan prestasi yang sangat membahagiakan di antara kebahagiaannya yang lain.

Sejak kuliah S-1, wanita kelahiran Jakarta pada 15 Maret, ini dikenal ulet. Berbeda dengan mahasiswa umumnya yang hanya “kuliah pulang-kuliah pulang”, Ajeng justru melewati masa kuliahnya sambil mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Hal itu dimulai sejak ia menerima tawaran pekerjaan dari human resources (HR) di sebuah apartment ternama di Jakarta. Konsekuensinya, ia harus pandai membagi-bagi waktu antara pekerjaan dan kuliah.

Keputusan Ajeng untuk kuliah sambil bekerja boleh jadi merupakan keputusan yang brilian. Sebab, semua kesibukannya tadi akhirnya memberinya kenikmatan di kemudian hari. Terbukti, kini Ajeng menjabat sebagai Group Marketing Communication Manager, meng-handle seluruh brand di bawah nama Alfaland Group dan Omega Hotel Management.

“Karena sesuai dengan passion dan background, saya dipercaya duduk di jabatan ini, posisi yang memungkinkan saya untuk bertemu dengan banyak orang baru di tempat yang baru,” tutur wanita karir yang dulu pernah bercita-cita menjadi dokter ini.

Tak kalah terang dengan prestasinya di dunia kerja, catatan pendidikan Ajeng juga terbilang kinclong. Di usia 25, wanita berpostur tinggi nan langsing ini sukses menyelesaikan studi S-2-nya di Binus dengan sempurna.

Kehebatan Ajeng tidak terhenti sampai di situ. Selain mahir di bidang business management, Ajeng rupanya juga dianugerahi kemampuan melihat sifat seseorang ketika pertama kali bertemu. Kemampuan ini, menurutnya, sangat berguna ketika ia ingin merekrut anggota tim baru.

“Tapi di sisi lain, saya kadang jadi antipati karena sudah lebih dulu tahu garis besar sifat orang lain,” ujar perempuan yang hobi traveling untuk bisa mengenal orang-orang baru, budaya baru, dan ritme baru di daerah atau negara lain ini.

Dari segala prestasi yang sudah ia capai, Ajeng masih menyimpan keinginan yang belum sempat terwujud, yakni ingin merasakan sensasi bungee jumping. Agak liar memang. Tapi bagi Ajeng, itu hanyalah fantasinya belaka karena ia merupakan pribadi yang phobia ketinggian. (MD)

 

Share :