GoPro Akan Hentikan Produksi Drone Karma

Jakarta, Airmagz.com – Walaupun sudah mengurangi pendapatannya, pendiri sekaligus CEO GoPro, Nicholas Woodman, tetap saja belum bisa menyelematkan produk Drone Karma GoPro dan karyawannya.

Dari 1.254 jumlah karyawan, sebanyak 1000 karyawan yang Nicholas lakukan pemutusan huhungan kerja (PHK) pada 30 September 2017 lalu.  GoPro juga mengumumkan bahwa produk Drone Karma sudah berakhir.

“Walaupun produk Drone Karma menduduki peringkat terbaik kedua dalam hal penjualan drone di tahun 2017, namun produk ini gagal menghadapi tantangan margin dalam pasar yang sangat kompetitif,” kata Woodman.

Ditambah peraturan yang tidak sehat antara Amerika dan Eropa juga semakin berdampak pada pengurangan jumlah pasar yang ditargetkan oleh GoPro di tahun-tahun mendatang.

Karena faktor-faktor itulah GoPro tak sanggup mempertahankan pangsa pasar udaranya dan akan keluar dari persaingan tersebut seusai menjual inventaris Drone Karma yang tersisa.

Kendati begitu, seperti yang dilansir dari Flyingmag.com, Woodman menyampaikan, GoPro akan terus memberikan layanan dan dukungan kepada para pelanggan Drone Karma.

“Kami pikir, jumlah investasi dengan margin keuntungannya tidak sebanding. Kami pun memutuskan menghentikan investasinya karena tidak menguntungkan bagi bisnis kami,” papar Woodman.

Restrukturisasi bisnis GoPro lanjutnya, akan menghasilkan biaya agregat yang diperkirakan mencapai $ 23 sampai $ 33 juta, termasuk $ 13 juta sampai $ 18 juta dari pengeluaran dana tunai. Hal ini sebagai akibat dari melemahnya kekuatan GoPro, yang kekuatan dasarnya adalah pesangon dan biaya terkait. (MD)

REKOMENDASI