Hal-hal pokok dalam FGD Penataan Lalu Lintas dan Kawasan Tanah Abang

  1. Kawasan Tanah Abang Perlu Ditata Secara Komprehensif Baik Dari Sisi Transport Maupun Pemanfaatan Ruang (Konsep Yang Ada Tidak Permanen). Dalam Jangka Pendek, Penerapan Kebijakan Terkait Penataan Lalu Lintas Di Kawasan Tanah Abang Sebaiknya Perlu Dilakukan Simulasi Pada Musim Libur Dan Tidak Libur.
  2. Pemanfaatan Jalan Di Kawasan Tanah Abang Untuk Kepentingan Di Luar Kepentingan Lalu Lintas Harus Memperhatikan Ketentuan Yang Diatur Dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan Serta Undang-Undang No 38 Tahun 2006 Tentang Jalan; Pemanfaatan Jalan Menjadi Street Market Seperti Yang Dilakukan Di Beberapa Kota Seperti Di London Dan Seoul Tetap Harus Mengacu Pada Peraturan Perundang-Undangan Yang Berlaku Di Indonesia;
  3. Dalam Konsep Pengembangan TOD Kawasan Tanah Abang Perlu Diintegrasikan Antara Penataan Stasiun Kereta Api Tanah Abang, Penataan Tanah Abang Sebagai Pusat Grosir Dan Penataan Kawasan Yang Ada Di Dalamnya; Dan Penataan/Restrukturisasi Angkutan Umum Yang Ada.Penataan Kawasan Tanah Abang Sebaiknya Mengacu Pada Rencana Tata Ruang DKI Jakarta, Dan Dilakukan Secara Konsisten Dan Terus Menerus Serta Tidak Selalu Berubah-Ubah Sehingga Mempunyai Acuan Yang Jelas;Dalam Penyusunan Rencana Ini Sebaiknya Melibatkan Semua Pemangku Kepentingan, Baik Dari Unsur Pemerintah, Swasta Dan Masyarakat;
  4. Penataan Kawasan Tanah Abang Sebaiknya Memperhatikan Pola Pergerakan Pejalan Kaki, Pola Pergerakan Kendaraan Bermotor (Termasuk Parkir), Pola Layanan Angkutan Umum Dan Konektivitas Antara Stasiun KA Tanah Abang Dengan Pusat Kegiatan.
  5. Rencana Penataan Kawasan Tanah Abang Secara Utuh Sebaiknya Dikomunikasikan Dan Disosialisasikan Kepada Masyarakat.
  6. Akan Dilakukan Penataan Lalu Lintas Di 11 Titik Stasiun KCI Yang Ada, Dengan Melengkapi Fasilitas Integrasi

(MD)

Share :
You might also like