“Jadi Humas Harus Berani”

Menyandang status sebagai ‘Jubir’ sebuah perusahaan BUMN jelas bukan pekerjaan mudah. Apalagi perusahaan sekelas Pegadaian dengan bisnis unik yang terus bertumbuh. Menguasai materi dan keberanian dalam menghadapi awak media menjadi kuncinya. Paling tidak, itu resep yang diyakini Basuki Tri Andayani, Manager Komunikasi Perusahaan PT. Pegadaian (Persero) dalam menjalankan tugasnya selama ini.

Basuki didapuk sebagai Jubir dan selalu tampil di depan ketika harus berhadapan dengan media maupun pihak luar. Tentu ia tidak boleh salah informasi karena akan berdampak serius bagi perusahaan. “Saya harus berhati-hati dan memperbanyak informasi sebelum menjawab semua pertanyaan. Jadi humas harus berani,” jelasnya.

Apalagi saat diwawancara oleh televisi, Basuki harus memastikan betul bahwa pertanyaan yang diajukan saat wawancara disampaikan terlebih dahulu secara tertulis. Tujuannya agar data yang diperlukan dapat disiapkan sehingga tidak terekspose data yang keliru.

Cara ini rupanya efektif untuk meminimalisir kemungkinan munculnya pemberitaan yang salah. Kepiawaian Basuki dalam menghadapi media ternyata tidak lepas dari pendidikan Magister Komunikasi yang sedang dijalaninya. Basuki memadukannya dengan tugas humas yang menurutnya telah memberi pengalaman menarik. Ia bisa ngobrol dengan teman-teman media tentang berbagai topik yang memberinya tambahan wawasan.

“Ketika ada yang menulis negatif tentang Pegadaian, ada yang bisa kita handle sendiri ada juga yang perlu minta pendapat ahli. Misalnya, soal komentar produk Pegadaian Syariah tidak halal tentu kita harus minta pendapat dari Majels Ulama Indonesia (MUI) sebagai pihak yang kompeten. Kalau kita menjawab sendiri tentu tidak elok karena dikira hanya akan membela diri,” tambahnya.

Di era yang serba digital, Basuki pun tak mau ketinggalan. Ia memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi dan produk-produk Pegadaian. Pria yang hobi menulis, menyanyi dan fotografi ini mengaku ingin fokus ke media online. Pasalnya, ke depan orang akan semakin familiar dengan media online seiring bermunculannya gadget-gadget canggih.

Basuki punya pengalaman menarik ketika meng-upload sebuah berita tentang Pegadaian. Kejadiannya sebelum Lebaran di saat banyak orang melakukan ritual mudik. Menurut Basuki, tak sedikit dari mereka yang punya motor atau mobil lebih dari satu. Ketimbang ditaruh di garasi yang tidak terjamin keamanannya, rupanya banyak orang yang ‘menitipkan’ kendaraan mereka ke Pegadaian.

“Saya cerita soal Pegadaian yang pada saat moment itu kinerjanya naik khususnya gadai motor dan mobil. Orang yang punya lebih dari satu kendaraan memilih menggadaikan karena ada jaminan asuransinya. Rupanya tulisan yang dimuat di salah satu media online tersebut menjadi Top of Week mengalahkan berita besar lainnya,“ pungkas penyuka joging, renang, raftting dan olahraga bersepeda ini.

 

Basuki Tri Andayani

Kepala Humas Pegadaian

Share :
You might also like