Jumlah Kecelakaan Penerbangan Menurun Sepanjang 2017

Jakarta, Airmagz.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melalui pemaparan dari Capt. Nurcahyo Utomo, Kamis, (18/01/2018), menyatakan bahwa sepanjang tahun 2017, sub komite investigasi kecelakaan penerbangan telah melaksanakan 37 investigasi. Dari jumlah tetsebut, jumlah kecelakaan (accident) penerbangan terdiri dari 7 kasus dan 30 serious incident.

37 investigasi itu meliputi 19 investigasi kategori pesawat besar (CASR 121), tujuh investigasi pesawat kecil (CASR 135), sembilan investigasi flying school (CASR 142), dan dua representatif terakreditasi.

Dilihat dari jumlah kecelakaannya, tahun 2017 memiliki jumlah kecelakaan penerbangan yang jauh menurun dibandingkan tahun 2016 yakni 45 kecelakaan. Angka tertinggi selama lima tahun terakhir, bahkan berbeda dua kali lipat dibanding tahun 2015 yang hanya 28 kecelakaan.

Sementara itu, berdasarkan laporan, dari seluruh kecelakaan penerbangan tahun 2017 menurun snagat drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni terdapat satu korban hilang, dan 22 korban luka-luka.

Tahun 2016, jumlah korban meninggal atau hilang terdapat 30 orang dan luka-luka 28 orang. Dari lima tahun terakhir, kecelakaan penerbangan yang paling banyak memakan korban ada di tahun 2014 yakni 169 kprban hilang atau meninggal dan 6 korban luka-luka.

Sementara itu, investigator KNKT subkomite penerbangan, Capt. Nurcahyo Utomo menyatakan bahwa turunnya jumlah kecelakaan penerbangan mengindikasikan perbaikan keselamatan penerbangan. Salah satunya terkait masalah pengawasan oleh regulator yang juga semakin baik.

Menurutnya sebagian besar kecelakaan di bidang penerbangan berkaitan dengan operasional di landasan pacu (runway excursion) yaitu mencapai 38,89 persen. Selain itu  kejadian kecelakaan dan serius insiden tersebar di seluruh Indonesia. Di mana pulau Jawa mendominasi dengan 3 kecelakaan dan 15 serius insiden dan Papua dengan 3 kecelakaan dan 7 serius insiden.

Sementara itu, sepanjang 2017 KNKT telah mengeluarkan 16 rekomendasi keamanan penerbangan yang ditujukan kepada tujuh operator pesawat, tiga operator bandara, dan enam regulator.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, “Rekomendari yang kami keluarkan untuk penerbangan, hampir seluruhnya dilaksanakan oleh regulator maupun operator,” ujarnya (18/01/2018) (MAH)

Share :
You might also like