Soft Skill dan Masa Depan

Oleh : Heru Legowo

Pengamat Penerbangan

Melihat dan mencermati film pendek Gerd Leonhard, mengantarkan para pemirsanya kepada kesadaran bahwa memang manusia tidak tergantikan. Kehidupan dunia bergerak perlahan tetapi pasti. Teknologi membuat semua yang diimpikan dan dirancang manusia menjadi sebuah kenyataan. Yang semula hanya dianggap sebagai Science Fiction sekarang sudah terwujud menjadi nyata, sebuah Science Fact!

Teknologi membuat lompatan rencana manusia menjadi begitu luas dan tidak terbatas kemungkinannya. Teknologi membuat Good is not enough, karenaterus mencari yang lebih baik. Teknologi menjadi alat manusia untuk terus mencari dan menemukan sesuatu yang lebih cepat, lebih murah, lebih akurat. Teknologi memungkinkan semua produk dan service menjadi mempunyai kualitas yang hampir sama, equally excellence. Kehebatan teknologi membuat semua orang mampu bekerjasama, saling membantu dan melengkapi amplified each other sehingga menghasilkan sesuatu yang hampir sempurna.

Dalam pada itu Peter Diamandis, mengatakan kemajuan teknologi terjadi secara eksponensial, melalui 6 tahapan 6 D of Exponential Growth yaitu :
1. Digitalization: transformasi dari analog menuju digital.
2. Deception: awalnya tampak pelan, lalu terjadi pertumbuhan luar biasa.
3. Disruption : inimembuat banyak orang dan perusahaan panik.
4. Dematerialization : produk tidak perlu wadah fisik, ditransfer ke dalam Cloud.
5. Demonetization: Cloud menyimpan segala hal : buku, musik, film, ilmu,
informasi, komunikasi. Harganya turun drastisdan semakin lama semakin murah.
6. Democratization: terjadi era Abundance atau Free Economy & Sharing Economy.

Kemajuan teknologi membuat dunia menjadi tanpa batas, semua terkoneksi dengan hampir tanpa jeda. Robot dan komputer (artificial intelligence) mengambil alih 50% pekerjaan otot dan otak manusia.

Dengan berjalannya waktu dan kehebatan teknologi, orang sampai pada pemikiran eksistensi manusia. Orang sadar bahwa segala sesuatu yang tidak dapat didigitalisasi dan di otomatisasi nilainya justru lebih berharga. Apa itu? Intuisi, imajinasi, kreativitas, emosi, etika dan empati memiliki nilai yang sangat berharga.

Kemajuan teknologi membuat manusia menjadi lebih dapat fokus ke pekerjaanpekerjaan yang lebih bermartabat,dengan menggunakan advanced brain : intuisi, imajinasi, kreativitas, emosi dengan disertai “hati dan jiwa”. Suatu kecerdasan emosi, sosial, spiritual yang tidak dimiliki robot dan komputer. Yang lebih advanced lagi dengan menggunakan neural-link. Ini adalah upaya menggabungkan kemampuan otak kreatif dengan kemampuan super komputer. Contoh jika seorang pilot pesawat tempur berfikir untuk menembak, maka komputer (artificial intelligence) secara otomatis langsung memerintahkan senjata untuk menembak. Luar biasa!

SOFT SKILL

Pada akhirnya akan bermuara juga ke soft skill. Soft skills adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan kecerdasan emosional, sifat kepribadian, ketrampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme. Cirinya kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain.

Soft skill menyangkut karakter pribadi seseorang yang dapat meningkatkan interaksi individu, kinerja pekerjaan dan prospek karir. Tidak seperti hard skill yang berkenaan dengan kemampuan menyerap ilmu atau keahlian dan kemampuan untuk melakukan jenis tugas atau kegiatan tertentu, soft skill berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi secara efektif dengan sesamanya baik di dalam dan di luar tempat kerja. Oleh sebab itu, soft skill harus dikembangkan karena soft skill juga tidak akan berjalan sempurna apabila tidak di iringi dengan hardskill. Begitu juga sebaliknya. Mengembangkan soft skill seyogyanya juga menjadi kesadaran diri seseorang. Dengan begitu dia akan mampu mengubah hidupnya, dari pola hidup buruk ke pola hidup yang lebih baik dari sebelumnya.

Soft Skills perlu terus diasah dan dikembangkan. Para pendidik dan orangtua seyogyanya semakin sadar peran soft-skill dalam masa depan anak-anak. Perlu dilakukan pembenahan dan kesadaran untuk meningkatkan kualitas soft skill.

PENUTUP

Jadi apa yang mesti kita lakukan dan persiapkan? Jelas di bidang teknologi kita tertinggal jauh. Mengapa? Barangkali karena kita sibuk mengurus Pilkada atau ribut dan gaduh di panggung politik. Akibatnya teknologi tidak ada yang mengurus dengan serius. Orang-orang lebih suka ribut dan saling ngotot seperti yang sering kita saksikan di acara ILC di televisi. Kok begitu? Karena dengan begitu mereka bisa eksis, dan dihargai di dunianya. Teknologi lalu menjadi terpinggirkan. Akibat lanjutannya, bangsa ini hanya menjadi bangsa pengguna. Menjadi pasar yang besar, dari produk-produk dari luar!

Sebabnya jika ditelusuri barangkali bermuara kepada soft skill juga. Terlalu lama kita hanya dinilai dan diapresiasi dari sisi hard skill-nya saja. Kemampuan soft skill tidak atau kurang dinilai. Dalam rekrutment karyawan soft skill hampir mengambil porsi yang sedikit, karena memang soft skill tidak kasat mata, tidak
terlihat secara nyata. Ini sungguh memprihatinkan. Dan semoga ini menjadi pemikiran para pemimpin, para pendidik dan juga kita semua. Mudah-mudahan.

Share :