Flyboard Air, Terbang ala Green Goblin

Jakarta, Airmagz.com – Tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi kian lama kian pesat. Berbagai inovasi pun makin marak ditemukan dan diterapkan, mulai dari yang sederhana hingga yang menghebohkan. Kalau dulu orang mengira manusia tidak mungkin bisa terbang, kini orang-orang dapat terbang ke mana saja ke berbagai pelosok dunia dengan menggunakan pesawat terbang.

REUTERS/Jean-Paul Pelissier TPX IMAGES OF THE DAY

Sekarang ada lagi terknologi yang jauh lebih canggih dibandingkan pesawat terbang. Bahkan, dengan teknologi ini, kita tidak lagi butuh bandara, pilot, kursi, dan tetek bengek lainnya. Cukup dengan satu alat minimalis yang dipijak, Anda bisa terbang ke mana saja suka. Alat mutakhir ini dinamakan flyboard air, semacam hoverboard mini berteknologi tinggi.

Bahkan jika sebelumnya flyboard digerakkan dengan menggunakan bantuan air dan tidak bisa terpisah jauh dari permukaan air, justru flyboard air yang keren ini bisa melayang bebas jauh di ketinggian, persis seperti yang digunakan Green Goblin, tokoh antagonis rekaan yang menjadi musuh bebuyutannya Spiderman.

Adalah Franky Zapata, sosok yang sejak tahun 2016 lalu tampil dalam sebuah video yang menggambarkan dirinya sedang terbang bebas di udara dengan berpijak pada flyboard air. Pada 30 April 2016, juara jet ski asal Perancis ini mencetak rekor baru di Guinness World Record untuk penerbangan hoverboard terjauh di Pantai Sausset-les-Pins, Perancis bagian selatan. Saat itu, lelaki berusia 37 tahun ini menggunakan flyboard air-nya dan berhasil menempuh jarak lebih dari 2.252 meter.

Dengan mengandalkan tekanan udara, Zapata membawa “tunggangannya” terbang di ketinggian 30 meter di atas tanah, melaju dengan kecepatan 34 mph selama 3 menit 55 detik. Bahkan, bila mau, dengan menggunakan independent propulsion unit, perangkat flyboard air ala Zapata itu mampu terbang selama 10 menit dan berkecepatan maksimal 150 km/jam.

Luar biasanya lagi, konon, kendaraan unik ini bisa terbang hingga ketinggian 10.000 kaki atau sekitar 3.048 meter (lebih dari sembilan kali ketinggian Menara Eiffel di Paris). Praktis, dengan kecepatan maksimal 150 km/jam, flyboard air mampu mengalahkan kecepatan speedboat dan jet sky.

Saat menerbangkan alat ini, Zapata menempatkan bahan bakar mesin di dalam tas ransel yang menempel di belakang punggungnya. Ia pun menggunakan remote control yang ada di genggamannya untuk mengendalikan kecepatan mesin turbin dan mengatur ketinggian terbangnya. Jet unik ini tidak memiliki roda pengemudi, sehingga Zapata perlu mencondongkan tubuhnya jika ingin berbelok atau menyerong ke arah kanan dan kiri.

Dianggap Ilegal

Tapi sayangnya, pasca aksi di sepanjang pantai Sausset-les-Pins tadi, stasiun TV berita di Prancis, LCI, melaporkan bahwa Zapata telah diperingatkan oleh pihak otoritas Prancis perihal penggunaan hovercraft-nya yang dianggap ilegal. Dengan kata lain, Zapata dinilai telah mengoperasikan sebuah mesin pesawat yang tidak berizin di atas wilayah perkotaan. Jika Zapata terus terbang dengan menggunakan mesin tadi, ia akan dikenai denda atau bahkan dipenjara.

Lepas dari ancaman penjara tadi, Zapata mengaku bakal terus mengembangkan papan luncur yang bisa melayang di udara tersebut. Untuk saat ini, flyboard air hasil modifikasi tersebut masih digunakan sebagai sarana rekreasi melalui bentuk penyewaan seharga US$ 250 untuk sekali terbang. (BD)

Share :
You might also like