HUT PHRI Ke-49, Menuju Era Pariwisata

Bandung, Airmagz.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) merayakan hari jadi yang ke-49 dalam sebuah acara Gala Night di Hotel Grand Asrilia, Bandung. Acara tersebut sekaligus untuk mengenang Ketua PHRI pertama, Sukamdani Sahid Gitosardjono, beserta pendiri PHRI lainnya seperti M. Saddak, E.K. Ruhiyat, G.A.F. Matuli, H. Moh Ali, Roni Sirat, J.N. Chandika.

Ketua BPD PHRI Jawa Barat, H. Herman Mochtar menjadi inisiator acara tersebut yang direspon positif oleh Ketua Unum BPP PHRI, Hariyadi Sukamdani. Sebanyak 19 ketua BPD PHRI se-Indonesia hadir antara lain dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Suasana keakraban begitu terasa pada peringatan HUT organisasi yang berdiri pada tanggal 9 Februari 1969 ini. Tengok saja, rombongan BPD Kalimantan Selatan yang dipimpin H Dodot Wahyudin, cukup antusias membawa lebih dari 25 orang pengurusnya hadir dalam perhelatan ini.

Tampaknya aura Kota Bandung sangat istimewa bagi siapapu untuk menjajal serunya wisata kuliner, panorama dan gerai-gerai FO-nya. Alhasil,  acara ini menjadi weekend istimewa bagi yang berkesempatan hadir dari luar kota. Rombongan BPP PHRI yang berangkat dari Jakarta, sengaja menggunakan KA Argo Parahyangan untuk menikmati keindahan panorama selama perjalanan PP Jakarta-Bandung. Selain itu, rombongan juga ingin merasakan langsung fasilitas transportasi darat yang merupakan elemen penting aksesibilitas pariwisata nasional kita.

VISIT WONDERFUL INDONESIA

Dalam beberapa tahun ini Presiden Joko Widodo gencar menggenjot sektor pariwisata. Bahkan sektor ini menjadi primadona baru ekonomi pemerintahan Jokowi-JK. Sejumlah destinasi baru diluncurkan, infrastruktur perhubungan disempurnakan, dan banyak objek wisata yang diperbaiki fasilitasnya. Target pencapaian kunjungan wisatawan yang tinggi pun dicanangkan.

Kementerian Pariwisata dipatok untuk bisa mendatangkan wisatawan asing sebesar 20 juta pada tahun 2019. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani makin terkesan dengan keseriusan Presiden Jokowi, yang membangun Indonesia melalui pondasi pariwisata. Dalam pidato sambutannya, Hariyadi menyampaikan bahwa baru kali ini sektor pariwisata menjadi prioritas, selain infrastruktur, pangan, energi dan maritime.

“Saya harus jujur mengakui Jokowi sangat serius mengembangkan Pariwisata Indonesia. Terlihat dari struktur anggaran yang berani tanpa basa basi menaikkan dalam persentasi yang siginifikan, dan ini adalah sebuah pengakuan kepada dunia pariwisata nasional kita dan PHRI adalah salah satu elemen penting didalamnya,” ujar Hariyadi.

Pada tahun ke-3 kepengurusan BPP PHRI dipimpinnya, Hariyadi merancang sebuah program besar untuk mendukung kesuksesan branding Kementerian Pariwisata dengan tema VISIT WONDERFUL INDONESIA 2018. Sebuah program konversi penjualan paket tour yang ‘sinergis’ dan ‘kolaboratif” sudah digulirkan sejak 12 Desember 2017.

Program yang diinisiasi PHRI dan  didukung 18 asosiasi industri kepariwisataan ini mensyaratkan 3A = Atraksi, Amenitas, Aksesibilitasi. Intinya adalah meng-konversi program Visit Indonesia Wonderfull Indonesia (VIWI) yang selama ini sebatas branding menjadi selling.

Pemerintah sudah berupaya keras untuk meningkatkan branding pariwisata Indonesia ke kancah internasional. Hanya saja, branding yang sudah mulai kuat itu seolah tidak ada artinya jika dibarengi faktor ‘selling’ yang ujungnya menambah devisa negara. Karena itu Hariyadi berusaha ikut berperan aktif mendukung program yang sudah dicanangkan pemerintah tersebut.

Lantas seperti apa bentuknya? Sebagai pelaku industri pariwisata, lanjut Hariyadi, pihaknya menawarkan paket-paket wisata menarik serta joint promotion untuk mempertinggi selling. Ia mencontohkan gelaran Java Jazz yang sudah berlangsung selama 16 tahun. Jika event tersebut berdiri sendiri, trafik pertumbuhan penonton setiap tahunnya relative kecil di kisaran 10-15 persen. Tapi jika digabung ke dalam program VIWI gaungnya menjadi lebih besar dengan adanya promosi even dan penawaran paket untuk skala yang lebih luas.

“Bisa jadi selama ini pengunjung yang datang ke acara Java Jazz hanya sekadar nonton saja. Pemesanan hotel dan tiket pesawat dilakukan terpisah. Tapi dengan program yang kami tawarkan maka penonton terutama yang dari luar negeri bisa membeli tiket konser, tiket pesawat dan hotel dalam satu paket. Tentu ini menjadi menarik. Dengan begitu kami bisa ikut andil menyumbang 15 persen atau 2,5 juta atas target kujungan wisman tahun 2018 sebesar 17 juta orang,” tambah Hariyadi.

BOOKINGINA.COM

Mersepon kondisi sharing economy dan distruptif digital, PHRI segera membangun booking engine milik sendiri khusus untuk semua hotel dan restoran nasional. Dengan brand BOOKINGINA.COM yang diluncurkan 12 Desember 2017, dipersiapkan untuk mulai beroperasi pada awal Maret 2018. Saat ini sedang disiapkan sebuah penawaran istimewa komisi yang lebih rendah dari OTA yang telah ada, dengan maksud untuk kembali menggairahkan industri perhotelan nasional yang selama ini tak memiliki piihan keberadaan OTA asing yang menggerus bisnis amenitas nasional.

Dalam Coffee morning pada Jumat pagi 9 Pebruari, di Golden Flower – Kagum Hotel Group,  hal ini disampaikan Hariyadi di depan 19 orang Ketua BPD PHRI nasional. Paparan pagi hari dalam suasana santai dan kekeluargaan, ditandai dengan penyerahan berkas manual BOOKINGINA kepada seluruh ketua BPD, sebagai sebuah komitmen untk melakukan registrasi di kalangan Hotel  Restoran milik para pengurus seluruh Indonesia, sebagai CEO Commitment.  Keteladanan para pemimpin daerah, adalah semua komitmen kepada pertumbuhan industri pariwisata nasional. Acara ini diakhiri dengan pemotongan kue ulangtahun, yang bertepatan HUT Ketua Umum PHRI yang terlewati beberapa hari lalu. (DA).

REKOMENDASI