Pasca Bencana Longsor, Menhub Terapkan Pengaturan Lalu Lintas di Kawasan Puncak

Jakarta, Airmagz.com – Pasca bencana longsor yang terjadi di kawasan Puncak Bogor, Senin (5/2), Menhub kemudian memberlakukan pengaturan lalu lintas di ruas jalan Gunung Mas, Bogor, sampai Ciloto batas Kabupaten Cianjur. Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan cara menutup jalan bagi kendaraan umum dan mengalihkannya ke jalan alternatif.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 6 Tahun 2018 Pasal 3 tentang Pengaturan Lalu Lintas di ruas Jalan Nasional Ciawi- Puncak- Batas Kabupaten Cianjur, pengaturan pengalihan arus lalu lintas perlu dilakukan melalui beberapa jalan alternatif. Peraturan Menteri yang ditetapkan pada 8 Februari 2018, ini menetapkan 4 skema pengalihan arus lalu lintas melalui jalan alternatif.

Untuk kendaraan dari Jakarta ke arah Cianjur akan dialihkan ke jalur Bogor, Sukabumi, Cianjur. Sementara dari Jakarta menuju arah Cianjur akan diarahkan ke jalur Jonggol- Cianjur. Sementara untuk kendaraan dari Cianjur ke arah Jakarta akan dialihkan melalui Cianjur, Sukabumi, Bogor.

Dan sebaliknya, dari Cianjur ke arah Jakarta akan dialihkan melalui Cianjur- Jonggol. Selain itu, penutupan jalan bagi lalu lintas umum di ruas jalan Gunung Mas, Bogor sampai dengan Ciloto batas Kabupaten Cianjur sudah mulai berlaku sejak 6 Februari sampai selesainya proses perbaikan jalan.

Terkait pengaturan lalu lintas ini, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi sebelumnya telah bertemu dengan para stakeholder terkait, di area lokasi bencana di Puncak, Bogor, Selasa (6/2/2018) silam.

Dalam pertemuannya, Budi menyebutkan para stakeholder telah menyetujui bahwa selama proses perbaikan dan penanganan bencana alam, Simpang Gunung Mas, Cisarua hingga Ciloto, Cianjur akan ditutup sementara. “Penutupan jalur dimulai 6 Februari 2018 hingga masa perbaikan yang diperkirakan selesai sekitar 10-20 hari ke depan,” jelasnya.

Pada tinjauannya ke area bencana, Budi menyatakan, bencana longsor terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi bencana terparah terjadi di Riung Gunung, Cisarua dengan kondisi bahu jalan amblas dan material tanah dari tebing sampai menutup sebagian bahu jalan.

Beberapa titik longsor lainnya, kata dia, juga terjadi di sekitar Masjid Atta Awun, Grand Hill, Vila Pengayoman Cibereum, area Pohon Pinus. Seperempat jalannya runtuh ke bawah yang menyebabkan longsor 30 m ke bawah. Lokasi bencana longsor yang terakhir terjadi di area Botol Kecap dengan longsor yang menutupi seperempat jalan. Meski demikian, Budi menambahkan, jalan masih tetap bisa dilewati. (MD)

REKOMENDASI