Energi Berpasangan

Oleh : Heru Legowo

Pemerhati Penerbangan

 

Allah Swt menciptakan alam semesta beserta segala isinya dengan sangat luar biasa. Untuk menggerakkan dan menghidupkan alam semesta, semua diciptakan dalam keadaan berpasang-pasangan. (QS 36:36) : “Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” Siang-malam, panas-dingin, positif-negatif, jantan-betina, laki-perempuan dan pasangan-pasangan lainnya. Tidak begitu banyak yang menyadari bahwa dengan penciptaan berpasangan itulah, alam semesta ini hidup dan berkembang.

Penciptaan dalam kondisi berpasangan itu, kemudian muncul unsur gerak. Unsur gerak adalah indikasi adanya kehidupan. Gerak adalah indikasi penting dalam hidup. Tanpa adanya gerak semua mati, atau paling tidak dikatakan dan disebut sebagai mati! Jangan membayangkan yang bergerak itu yang dapat dilihat dan kasat mata saja, yang tidak kasat mata pun bergerak. Coba bayangkan bahkan pada benda sekecil atom pun, neutron-neutron, proton dan elektron yang ada didalamnya bergerak!

Kembali ke penciptaan yang berpasangan diatas, pernahkah kita membayangkan energi apa yang menggerakkan bumi ini berputar pada porosnya dan beredar mengelilingi bumi? Sungguh alangkah begitu besar dan kuat energi penggeraknya. Ternyata Allah Swt menciptakan penggeraknya dengan konsep berpasangan diatas tadi. Diciptakan-NYA dua kutub bumi itu berbeda yaitu positif dan negatif. Dengan  perbedaan itu, lalu tercipta medan magnit yang luar biasa kuatnya. Medan magnit itulah yang kemudian membuat bumi bergerak. Ketika bumi bergerak pada porosnya, terjadilah siang-malam, gelapterang, panas-dingin, juga terjadi aliran udara yang menjadi angin dan lain sebagainya.

Selanjutnya waktu siang, malam dan angin lalu menciptakan berbagai syarat untuk menghidupi bumi dan seluruh isinya. Panasnya siang menjadikan pohon dan tanaman tumbuh. Gelapnya malam menjadi sarana kehidupan malam hari. Angin mengalirkan udara membuat kapal-kapal berlayar, memungkinkan Columbus menemukan Amerika. Angin menimbulkan awan dan menurunkan hujan, membantu penyerbukan dan
menjadikan pohon-pohon berbuah. Hujan menyuburkan tanah dan membuat pohon dan tanaman tumbuh dan berbuah, dan seterusnya.

Gambaran itu menjadi bukti bahwa banyak hal yang dapat terjadi ketika Allah Swt menciptakan syarat awalnya yang tampak sederhana, semua diciptakan berpasangan. Saya tidak mau membatasi imajinasi anda semua, untuk membayangkan begitu banyak kemungkinan yang terjadi, dari konsep berpasangan ini. Yang jelas lebih dari 5 milyar orang di seluruh pelosok bumi ini, juga tercipta dari konsep berpasangan itu tadi.

Itu baru di bumi. Padahal matahari ukurannya 1 juta kali bumi. Dan matahari hanya sebuah bintang kecil dari galaxy. Dan galaxy juga hanya noktah kecil dalam gugusan Bimasakti. Dan Bimasakti tidak tampak dalam alam semesta raya ini. Subhanallah …

Allahu Akbar ….

Share :
You might also like