Pemerintah Dituntut Harus Lakukan Audit Pesawat

Jakarta, Airmagz.com – Peristiwa jatuhnya pesawat latih yang kerap terjadi di Indonesia, menjadi perhatian pengamat penerbangan, Arista Admaji.  Jatuhnya pesawat  yang selama ini sering terjadi dikarenakan kurangnya regulator melakukan audit terhadap pesawat. Terlebih lagi, dalam sehari ada sekira 3000 penerbangan yang dilakukan oleh pesawat reguler, heli, pesawat carter maupun pesawat latih.

“Nah, ini sangat berisiko (jatuh), jadi pemeritah tidak hanya melakukan ricek audit di pesawat reguler aja, tapi pesawat latih juga harus di auidit,”  ujar Arista, Kamis (20/10/2016).

Arista juga mengatakan, masalah lain yang membuat pesawat jatuh bisa disebabkan oleh sumberdaya manusianya. Arista menganggap, pesawat riskan jatuh jenis pesawat latih. “Pesawat yang  dipakai sekolah penerbangan rata-rata baru. ya mungkin mereka sama siswa sama pemandu pilot tes. jadi salah satunya belum jadi pilot atau calon pilot itu terbang solo. Ini juga bisa jadi resikonya,” tutupnya.

Sebelumnya sempat diberitakan, Sebuah pesawat latih dilaporkan terjatuh di areal persawahan di Dusun Tunggul Wulung, Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (19/10/2016) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sedangkan pada bulan agustus, Pasawat latih jenis Cessna nyungsep di tengah sawah di Desa Mundu, Kota Cirebon, Selasa (30/8). Pesawat yang jatuh merupakan pesawat latih jenis Cesna 172. Pesawat tersebut milik PT Angkasa Aviation Academy Scholl. (Baca Juga: Perdana, Kapal Pesiar Kunjungi Tanjung Wangi)

Pesawat Super Tucano milik TNI AU jatuh menimpa rumah warga di Jalan LA Adisucipto, Belimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (10/2/2016). Dua pesawat tim aerobatik Jupiter TNI Angkatan Udara jenis KAI KT-1B Woongbi jatuh karena terlibat tabrakan ringan di udara saat saat latihan untuk acara Langkawi International Maritime and Aerospace (Lima) 2015 di Malaysia, Minggu pada 15 Maret 2015.

Share :
You might also like