GMF AeroAsia Janjikan Cost Quality, Delivery, dan Safety

Jakarta, Airmagz.com – PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF), yang telah sukses melakukan industri perbaikan dan perawatan pesawat ini telah mampu mengefisiensikan biaya logistik hingga 10%. Jejaknya mulai diikuti Pusat Logistik Berikat (PLB) Sebagai salah satu perbaikan sistem logistik di Indonesia.

“Biaya logisitik di dunia MRO (Maintenance Repair and Overhaul) punya kontribusi besar 20-30%. Tapi adanya PLB bisa menekan 10 persen atau bahkan bisa lebih,” ucap Direktur Utama GMF AeroAsia Juliandra Nurtjahjo di JI-Expo Hall D, Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Juliandra menjelaskan, hadirnya PLB memberi kecepatan sebagai pemberian fasilitas importasi barang dan ekspor ke GMF. Bisa lebih cepat tentu pekerjaan GMF dalam hal memperbaiki dan merawat pesawat menjadi semakin efisien.

“Kita juga berterima kasih pada Bea Cukai yang memberi kami kewenangan untuk costum clearance langsung. Ini bisa memperpendek waktu bahan material pesawat yang dibutuhkan GMF,” ucapnya.

Sedangkan untuk persaingan industri MRO, tentu keberadaan PLB dan menjadi daya tarik maskapai dalam atau luar negeri untuk memperbaiki pesawat atau merawat pesawatnya di GMF. Maskapai tentu mencari waktu yang cepat dalam setiap pengerjaan MRO. “Daya saing kita mampu meningkat seiring hadirnya PLB. Lokasi yang dekat mempermuda setiap proses pengerjaan,” ujarnya.

Saat ini, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) juga menargetkan naik peringkat 10 besar dalam bisnis perawatan dan perbaikan pesawat di 2020. Saat ini, kiprah perusahaan MRO (Maintenance Repair and Overhaul) milik Garuda Indonesia berada di posisi 17 dunia.

Dirinya untuk bisa masuk top ten bisnis MRO terbaik dunia size bisnis sales GMF mesti mencapai USD1 miliar per tahun. “2020 sebentar lagi, kalau lihat daftar 10 besar yang mewakili Asia ada dua perusahan MRO Singapura dan satu dari Hong Kong. Kita harap bisa jadi negara Asia keempat di 10 besar itu. Ini cita-cita kita,” ujarnya.

Lanjut, Juliandra mengatakan, Untuk mencapai cita-cita itu pihaknya akan meningkatkan tiga hal yaitu, cost quality, delivery, dan safety. Ketiga hal ini yang dapat membawa GMF bertengger di 10 besar nantinya. (Baca Juga: Pemerintah Dituntut Harus Lakukan Audit Pesawat)

“Ketiga hal ini kembali lagi pada soal logistik. Kemampuan logistik dapat meningkat dengan hadirnya PLB. Kami berterima kasih bahwa Bea Cukai sudah berikan kami PLB ini. Dimana ini bisa jadi senjata kami berkompetisi,” ujarnya.

Share :
You might also like