Perjalanan Jauh Naik Motor? Lakukan Hal Ini

Jakarta, Airmagz.com – Bepergian jauh menggunakan motor bagi sebagian orang merupakan hal yang melelahkan, namun keseruan yang di dapat justru menjadi pilihan saat orang memilih motor sebagai moda transportasi dalam melakukan perjalanan jarak jauh.

Keselamatan dalam berkendara tentu menjadi hal utama, kesiapan fisik tubuh maupun fisik kendaraan khususnya sepeda motor juga harus diperhatikan. Lalu apa saja yang harus dilakukan pertama kali sebelum kita melakukan perjalanan jauh menggunakan motor?

1.TOOLS

Saat ingin pergi jauh sediakan juga peralatan yang dibutuhkan selama di jalan. Seperti kunci-kunci, raincoat atau jas hujan, dan kotak keselamatan alias P3K.

Tak lupa buat mengecek kembali kondisi besutan saat ingin memulai perjalanan. Antara lain; helm, sarung tangan, jaket, sepatu. Siapkan pula kartu identitas, KTP, SIM, dan STNK.

2. CEK KELISTRIKAN

Sebelum memulai perjalanan, pastikan headlamp atau lampu utama, lampu belakang dan indikator bekerja dengan baik. Tidak berfungsinya 1 atau 3 dari lampu ini akan menyebabkan atau kemungkinan terjadi kecelakaan.

3. KAPASITAS MUATAN

Kalau membawa barang berlebih sebaiknya menggunaka boks bagasi tambahan. Kalau sekadar diikat akan menyulitkan rider itu sendiri. Sehingga konsentrasi selama riding akan buyar dan badan akan terasa cepat letih.

Selain itu, isi bagasi (apapun) seminimal mungkin. Barang yang kurang penting, baiknya tinggal di rumah. Pastikan bagasi tertutup rapat untuk menjaga keseimbangan dan kestabilan besutan.

4. TIDAK MEMBAWA ANAK-ANAK

Pikir lagi deh buat membawa si buah hati alias anak untuk naik motor dengan jarak yang cukup jauh. Karena tubuh si anak tersebut lebih rentan terhadap cuaca dan udara. Apalagi, hujan. Bahkan anak lebih cepat lelah daripada orang dewasa.

Kalau mau bawa si kecil, baiknya untuk dialihkan ke transportasi lainnya bersama sang Ibu. Sehingga keselamatan dan kesehatan terjamin hingga tempat.

5. KECEPATAN STABIL

Berjalanlah dengan kecepatan yang terbaik. Usahakan tidak lebih dari 80 km/jam. Tujuannya agar konsentrasi berkendara tetap terjaga, baik itu tunggangan dan jalanan.

“Saat pengin berpindah jalur, nyalakan sein 3 detik sebelum masuk jalur tersebut. Jangan berbelok mendadak saat pindah jalur lain. Selain itu, pengendara harus memperhatikan kaca spion, guna melihat kendaraan sekitar atau dibelakangnya dan hindari blind spot dengan kendaraan lain,” tambah Siswanto

6. BERISTIRAHAT

Jangan memaksakan tubuh untuk terus melakukan perjalanan jarak jauh. Berhentilah sejenak dan mereganggankan otot-otot serta meneguk segelas air minum. Maksimal lamanya berkendara motor jarak jauh itu sekitar 3-4 jam.

Manfaatkan waktu istirahat untuk buang air dan meluruskan kaki yang pegal akibat terlalu lama duduk diatas motor. Karena selama duduk darah mengalirnya enggak teratur, kadang tegang atau lemas. (IMN/otomotifnet.gridoto.com)

REKOMENDASI