Tarif KA BIM Masih Disesuaikan

Jakarta, Airmagz.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Barat (Sumbar), Amran mengatakan tarif Kereta Api Bandara Minangkabau Ekspres ditetapkan lebih murah dari moda transportasi lain untuk promosi kepada masyarakat.

Ini kan moda transportasi baru. Agar masyarakat tertarik, tarifnya dimurahkan dulu,” kata dia di Padang, Selasa (20/3/2018).

Penetapan tarif itu bercermin dari penetapan tarif kereta bandara di Jakarta. Semula ditetapkan Rp100 ribu, tetapi ternyata penumpang tidak antusias.

Akhirnya tarif direvisi menjadi Rp70 ribu hingga jumlah penumpang mulai meningkat.

Agar tidak terjadi hal yang sama, tarif KA bandara di Sumbar sengaja ditetapkan lebih murah dari moda transportasi lain.

Namun tarif murah itu tidak berlaku selamanya dan ada kemungkinan direvisi setelah kepercayaan masyarakat untuk menggunakan moda transportasi itu meningkat.

Revisi bisa terjadi dalam tiga bulan atau enam bulan ke depan sesuai situasi.

Semula tarif KA bandara diperkirakan di atas tarif bus Damri dan Tranex yang melayani trayek Padang-BIM yaitu Rp23.500,orang.

Dishub Sumbar menyebutkan tarif KA akan berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp40 ribu. Namun saat penetapan tarif KA bandara hanya Rp20 ribu.

Kemudian jika berangkat dari Stasiun Tabing menuju Stasiun BIM tarifnya Rp15 ribu dan tarif dari Stasiun Duku-Stasiun BIM Rp10 ribu.

Uji Lintasan

KA Bandara Minangkabau Ekspres telah menjalani uji lintasan sebelum beroperasi secara resmi pada April atau Mei 2018.

Kereta yang terdiri dari empat rangkaian itu dapat menampung penumpang hingga 590 orang, terdiri dari 393 kursi dan 197 tempat untuk penumpang berdiri. (IMN/InfoNawacita)

Share :
You might also like