Turun Gunung Perkuat Brand Smartfren

Berkarir sejak tahun 2007, Djoko Tata Ibrahim dianggap sebagai sosok penting dalam perjalanan bisnis Pt Smartfren Telecom. Sempat ‘pamit’ pada tahun 2015, pria yang sukses menggaungkan Smartphone Andromax ini seolah menjadi amunisi baru bagi Smartfren dalam menatap ketatnya persaingan bisnis operator seluler.

Industri telekomunikasi nasional saat ini ditandai dengan mulai menguatnya tiga tren utama, yaitu evolusi platform jejaring sosial, mulai mewabahnya telepon seluler (ponsel) pintar, dan menguatnya posisi tawar konsumen. Derasnya ketiga arus tren tersebut diyakini memberikan warna dan bentuk tersendiri pada industri telekomunikasi di tanah air. Tak heran jika setiap operator berlomba menawarkan layanan terbaik dengan harga terjangkau.

Kondisi ini juga disadari oleh Smartfren. Brand yang berada di bawah naungan PT Smartfren Telecom Tbk ini tak ketinggalan ikut meramaikan ‘medan pertempuran’ yang sementara masih didominasi oleh empat operator besar yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, Tri dan XL Axiata. Tentu saja, dengan jumlah penduduk yang sangat besar, Indonesia memang menjadi pasar potensial untuk sejumlah perusahaan seluler.

Di tengah riuhnya persaingan operator seluler memperebutkan customer yang kian pintar akan kualitas layanan, Smartfren seolah mendapatkan amunisi baru. Salah satu sosok penting yang sempat membawa nama Smartfren berkibar, Djoko Tata Ibrahim kembali turun gunung. Ia kembali menempati posisi lamanya sebagai Deputy CEO Commercial Smartfren dan bertugas untuk kembali mengangkat kinerja operator yang sahamnya mayoritas dimiliki oleh Sinarmas Group ini.

Djoko bukan orang baru di perusahaan tersebut. Ia sudah berkarir sejak tahun 2007 ketika perusahaan masih berlabel PT Smart Telecom. Saat terjadi merger dengan Mobile 8 dan berubah nama menjadi PT Smartfren Telecom, ia dipercaya menduduki jabatan sebagai Deputy CEO Commercial. Namun dengan alasan tertentu pada tahun 2015, ia memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan.

Padahal ia merupakan sosok penting di balik meledaknya penjualan Smartphone Andromax yang pertama kali dirilis pada tahun 2012 silam. Sebagai informasi Andromax merupakan ponsel cerdas hasil kerjasama dengan sejumlah perusahaan ponsel dari negeri Tirai Bambu seperti HiSense dan ZTE. Keputusan Djoko untuk kembali turun gelanggang seolah ingin menagaskan masih ada segudang ambisi yang belum tuntas termasuk meluncurkan lagi seri Andromax.

“Dengan berakhirnya CDMA dan sekarang murni GSM, kami seperti naik ke level yang lebih tinggi. Atas alasan itu saya dipanggil untuk memperkuat posisi kami. Semua lini Smartfren akan kami genjot, terutama Andromax karena selama ini auranya jadi menurun setelah 4G kami meluncur. Kami akan bangkitkan lagi dengan senjata baru,” ujar Djoko.

Salah satu yang akan digenjot adalah penjualan lini Andromax untuk para pelanggan kelas menengah ke bawah. Djoko mengatakan bahwa di tahun 2018 ini akan ada banyak program serta strategi yang akan dilakukan untuk kembali membangkitkan lagi Andromax dan juga layanan 4G. Andromax sendiri memiliki banyak peminat, lantaran selalu memanjakan pengguna dengan memberikan spesifikasi yang menarik.

Pria yang sudah memiliki 6 cucu ini kaget dengan fenonena unik yang terjadi di kalangan komunitas ojek online. Pengalamannya di lapangan menunjukkan ada sebagian besar driver ojek online yang cukup fanatik dengan produk Smartfren. Djoko menyebut driver Go-Jek, salah satu perusahaan ojek daring merasakan manfaat besar dari teknologi 4G LTE milik Smartfren. Menurut mereka respons yang diterima relatif lebih cepat saat menerima order dari pelanggan dibanding operator lain.

“Mereka bilang, saya mending investasi 300 ribu buat beli produk Smartfren tapi pendapatan saya naik dua kali lipat yang tadinya 3 juta jadi 6 juta. Kenapa bisa begitu? Karena kalau ada panggilan dari pelanggan, mereka bisa lebih cepat nangkapnya dibanding driver lain yang ada di sekitarnya. Hal itu karena teknologi 4G LTE yang kita punya yang bahkan untuk daerah-daerah pinggiran sinyal 4G-nya masih kuat. Hingga saat ini kita cukup mendominasi pengguna dari driver Go-Jek dan mereka seolah sudah paham jika omsetnya mau naik, pakai produk Smartfren,” sembari berpromosi.

Selain itu, lanjut Djoko, pihaknya juga meluncurkan promo paket Unlimited Internet 4G kerjasama dengan pengguna Samsung Galaxy J3 Pro, Galaxy J5 Pro, Galaxy J7 Pro, Galaxy J7 Prime dan Galaxy J7 Plus. Promo yang diberikan antara lain, harga spesial untuk data Unlimited 30 hari hanya Rp99 ribu dari harga normal Rp149 ribu, berlaku maksimal 6x pembelian paket dalam waktu 6 bulan sejak tanggal aktivasi.

“Jadi sekarang dengan paket 149 ribu pelanggan hanya membayar 99 ribu saja untuk mendapatkan internet 4G unlimited. Jika lebih dari waktu yang telah ditentukan selama 6 bulan berakhir, maka harga akan seperti semula Rp149 ribu. Unlimited bisa digunakan 24 jam, mungkin untuk sementara ini hanya Samsung, dan tidak menutup kemungkinan akan ada Vendor-vendor lagi yang bergabung,” jelas Djoko.(SS)

Djoko Tata Ibrahim

Deputy CEO Commercial Smartfren

Selengkapnya baca Majalah Airmagz Edisi April 2018. (Coming Soon)

Share :
You might also like