Metkel Eyob Kuasai Etape I Tour de Lombok Mandalika

Jakarta, airmagz.com – Bendera start Tour de Lombok Mandalika (TdLM) 2018 resmi dikibarkan, Jumat (13/4). Pembalap asal Eritrea, Metkel Eyob, menjadi yang tercepat pada etape 1. Yaitu rute Pantai Kuta menuju Mataram.

Metkel Eyob yang membawa mewakili klub Terengganu Cycling Team, menjadi yang tercepat dengan waktu 1 jam, 52 menit, dan 14 detik, dengan jarak 84,4 km.

Pembalap Eritrea berusia 24 tahun itu, harus berjuang keras untuk mengalahkan pesaing terdekatnya. Yaitu Yousef Mohamed Mirza dari Uni Emirat Arab. Pembalap klub UAE-Team Emirates ini tertinggal 1 detik dari Eyob.

“Saya senang bisa menjadi yang tercepat di etape 1. Para pembalap lainnya hebat-hebat. Rutenya cukup menantang dengan banyaknya tanjakan. Pemandangnya juga oke. Banyak pantai yang cantik dan juga persawahan,” kata Eyob, usai lomba.

Lomba balap sepeda yang berlisensi “Uni Cyliste Internationale (UCI) 2.2 ini memang menantang. Tapi, tidak hanya sport yang ditawarkan dalam even ini. Pesona Mandalika ikut ditawarkan. Pesona tersebut, membuat 86 pembalap yang ambil bagian turut menikmati pemandangan indah Mandalika. Selama perjalanan, para pembalap di suguhkan pemandangan pantai Mandalika yang ciamik.

Para pembalap juga diberikan view perkampungan tradisional Sasak di Sade dan Ende Lombok Tengah. Tidak hanya itu, Lombok International Airport (LIA) memberikan nuansa lain bagi pembalap. Setelah itu para pembalap dimanjakan panorama persawahan dengan udara segar di sepanjang lintasan bypass LIA.

Indahnya panorama selama perjalanan, ternyata membuat semangat pebalap meningkat. Terbukti setelah dilepas dari Pantai Kuta Mandalika pada pukul 14.00 WITA, para peserta langsung tancap gas menuju Mataram.

“TdLM 2018 merupakan promosi positif bagi pariwisata NTB, sekaligus dalam upaya mendorong Lombok menjadi destinasi sport tourism berskala internasional. Untuk itu rutenya pun akan membawa para pembalap mengeksplorasi destinasi wisata di lombok,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal.

Pada etape ke-2, pembalap akan menempuh rute Mataram – Sembalun, Lombok Timur. Etape ini akan menempuh jarak sekitar 172.4 km. Start dilakukan di depan kompleks Islamic Center NTB, Kota Mataram. Komplek Islamic Centre tersebut merupakan ikon wisata halal di NTB.

Setelah itu, para peserta kemudian menyusuri sejumlah destinasi di Lombok Tengah dan Lombok Timur. Rute ini akan berakhir di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

“Sembalun merupakan kawasan wisata yang terletak di kaki Gunung Rinjani di Lombok, yang juga sudah ditetapkan sebagai kawasan destinasi wisata halal di NTB. Sembalun juga pernah meraih penghargaan sebagai The Best Halal Honeymoon Destination pada 2015. Jadi sangat pas kalau turut kami masukkan,” ujar Faozal.

Sementara etape ketiga, adalah sirkuit di Kota Mataram dengan jarak 110 km. Rute ini akan mengambil start di Taman Sangkareang, Kota Mataram. Kemudian, menyusuri sejumlah destinasi wisata seperti gugusan pantai di jalan Lingkar Ampenan, dan juga kawasan Kota Tua Ampenan dan kembali finish di Taman Sangkareang, Mataram.

Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana menilai, ajang balap sepeda berstandar internasional ini berpotensi besar semakin mengenalkan Lombok di kancah dunia. Karena 18 tim dari 24 negara yang mengikuti TdLM, hampir didominasi oleh pembalap asing.

“Efek dominonya adalah promosi pariwisata Lombok. Event seperti ini efektif karena nilai media value atau media branding-nya tinggi. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang,” ujar Pitana yang diamini Asisten Deputi Bidang Pemasaran Area II Regional III Ricky Fauziyani.

Apresiasi juga diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, TdLM 2018 merupakan salah satu bukti konkrit keseriusan NTB dalam mempromosikan pariwisata.

“Ini merupakan salah satu bukti keseriusan Pemerintah NTB dalam mempromosikan pariwisata. Selain itu event ini dukungan penuh seluruh stakeholder pariwisata NTB. Saya yakin ini akan memberikan akselerasi yang luar biasa pada sektor pariwisata NTB. Tapi ingat, utamakan yang utama. Jangan menginginkan semuanya, biar gak gagal fokus,” ujar Menteri asal Banyuwangi tersebut. (IMN)

Share :
You might also like