‘Hijaber Terbang’ dari Nam Air

Kesan cantik, anggun, dan glamor yang menempel pada sosok pramugari, memacu Ria Hikmaya sejak kecil mengidam-idamkan profesi tersebut. Berjuang keras mengejar cita-citanya, perempuan yang pernah berkuliah di Universitas Pamulang ini akhirnya berhasil merealisasikan impiannya tersebut.

Tapi di awal-awal menjadi pramugari, Ria yang merupakan muslimah merasa kesulitan menemukan seragam tertutup yang berhijab. Beruntung, setelah empat tahun terbang keliling Indonesia di maskapai yang berbeda-beda, Ria kini mendapat seragam yang diinginkan. Seragam pramugari Nam Air Indonesia telah melekat di tubuhnya, lengkap dengan hijab di kepala. Ria bahkan mendapat sambutan positif dari masyarakat dan orang-orang sekitar.

“Setelah berhijab, saya merasa lebih dihargai sebagai perempuan. Banyak juga yang suka melihat pramugari berhijab. Bahkan saat kami sedang jalan kaki di airport, banyak yang menanyakan nama maskapai tempat saya bekerja. Banyak juga yang minta foto bareng,” tuturnya.

Bagi ria, masih sedikitnya maskapai yang membolehkan pramugarinya berhijab di negeri yang mayoritas muslim ini sering membuatnya bertanya-tanya. Tapi apapun alasan di balik aturan tersebut, menurut Ria, mulai adanya maskapai yang mengizinkan pemakaian hijab bagi pramugarinya merupakan suatu pertanda baik.

“Saya sangat bersyukur maskapai kami memberikan kesempatan untuk berhijab. Semoga setiap maskapai di Indonesia mau memberi kesempatan kepada pramugari yang ingin tetap berhijab saat terbang,” ujar dara cantik yang sedang menanti jodohnya ini.

Ria Hikmaya

Pramugari Nam Air

Share :
You might also like