Teror Bom Surabaya Belum Berdampak Pada Sektor Pariwisata

Jakarta, airmagz.com – Teror bom kembali mengguncang tanah air. Setelah drama penyanderaan oleh narapidana teroris terhadap sejumlah aparat kepolisian yang terjadi di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, teror kembali terjadi di Kota Surabaya.

Ledakan bom pagi ini menyasar ke tiga gereja yaitu: Gereja Katolik Santa Maria Tak bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jl Arjuna.

Tentu saja imbas dari teror bom yang mengakibatkan 11 orang tewas dan 41 orang luka-luka ini membuat sektor keamanan sedikit terguncang. Kendati Presiden Joko Widodo memastikan aparat keamanan akan mampu mengatasi persoalan tersebut.

Terkait dampak yang bakal ditimbulkan  akibat teror bom ini, Kementerian Pariwisata juga ikut memantau kondisi yang terjadi di lapangan. Sebagaimana dijelaskan Guntur Sakti, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar, bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi keamanan di Surabaya.

“Sampai sore ini kami terus memantau perkembangan situasi dari berbagai media dan berkordinasi dengan berbagai pihak, khususnya terkait aktivitas industri pariwisata di Surabaya dan Jawa Timur,” ujar Guntur seperti dikutip dari Detik Travel.

Dari pengamatannya kasus pemboman di tiga gereja tersebut tidak serta merta  berdampak pada sektor pariwisata di Jawa Timur. Pasalnya, hingga sore tadi informasi yang ia terima dari Kadis Pariwisata Jawa Timur, agenda pariwisata di provinsi tersebut masih berjalan normal.

“Tidak ada masalah di akses, amenitas dan atraksi wisata di sana. Hanya satu festival hari ini di Surabaya yaitu Festival Rujak Uleg yang dibatalkan pelaksanaannya oleh Walikota Surabaya,” jelas Guntur.

Informasi serupa juga disampaikan Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan. Menurutnya, minat wisatawan domestik maupun mancanegara tidak terganggu dengan kejadian teror itu. Termasuk penjualan tiket untuk rute menuju Surabaya.

“Sampai sekarang kita temukan belum ada efek sama sekali ya terkait insiden tersebut. Pemesanan ke Surabaya juga masih lancar, jadi masih normal-normal saja,” tuturnya seperti dikutip liputan6.com.

Namun begitu, ia memperkirakan buntut dari peristiwa ledakan bom gereja Surabaya bisa saja menurunkan daya tarik kunjungan masyarakat ke Surabaya dalam beberapa waktu ke depan.

“Untuk ke depannya ada kemungkinan bisa turun animonya ke sana (akibat bom gereja Surabaya), tapi ya lihat situasi ke depan dulu. Jadi masih sangat bergantung situasinya,” tandas Ikhsan. (SS)

REKOMENDASI