Maskapai Dihimbau Jangan Naikkan Harga Tiket Demi Jaga Inflasi

Jakarta, airmagz.com – Perusahaan maskapai penerbangan diimbau tidak menaikkan harga tiket menjelang arus mudik dan balik Lebaran agar tidak mendorong inflasi.

“Kami juga fokus pada sektor transportasi udara dalam pengendalian inflasi,” kata Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali, Causa Iman Karana di Denpasar, Senin (14/5/2018).

Menurut Causa, sektor angkutan udara merupakan salah satu komponen yang kerap menyumbang inflasi saat momen Lebara, bahkan tercatat sempat menyumbangkan 10 kali inflasi periode Oktober hingga Desember selama tahun 2010 sampai 2015.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali itu  tengah menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Perhubungan untuk memberi masukan dan mendapatkan solusi terkait sektor transportasi yang selama ini menjadi penyumbang inflasi. Salah satunya melalui forum rapat TPID Bali.

“Seperti pada pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun-tahun sebelumnya, kita harapkan maskapai menambahkan kursi pesawat dan penerbangan ekstra penerbangan sehingga kenaikan harga bisa ditekan,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat tingkat inflasi tahun kalender di Kota Denpasar selama kuartal I-2018 1,75 persen. Selama tiga bulan pertama tahun ini komoditas tarif angkutan udara sementara ini menjadi komponen penahan laju inflasi bersama dengan komoditas lain seperti pasir, beras dan daging ayam ras.

Tiga kelompok yang mengalami penurunan harga meliputi makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,12 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,05 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen.

Sedangkan inflasi Januari-Maret 2018 dipicu oleh naiknya indeks pada empat kelompok pengeluaran yakni kelompok kesehatan sebesar 1,12 persen, kelompok sandang 0,67 persen, kelompok bahan makanan 0,38 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,08 persen. (IMN/Inews)

Share :
You might also like