Menyeimbangkan Aspek Hukum dan Teknis Pesawat

Andre Rahardian, pria yang berprofesi sebagai lawyer di bidang penerbangan, menyadari pentingnya perkembangan dunia aviasi dan pesawat. Pasalnya, ia sangat memahami dalam bisnis penerbangan memiliki sisi investasi dan teknologi yang tinggi. “Saat ini airlines di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan. Hal ini pasti akan menimbulkan beragam komplikasi di dalam bisnis tersebut, seperti dari sisi pembiayaan, pembayaran, berbagai konvensi mengenai standar praktis asuransi pesawat ditinjau dari sisi legal-nya,” jelas pria yang menjabat Ketua Umum Masyarakat Hukum Udara (MHU) tersebut.

Selanjutnya, pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia menyatakan, selain itu, Indonesia dalam struktur hukum perdata memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan sistem yang berlaku dengan sistem hukum perdata di beberapa negara lain. “Indonesia menganut sistem hukum Continental (Eropa) dan beberapa negara lainnya menganut Anglo-Saxon (Amerika Serikat). Hal ini perlu adanya penyesuaian terhadap struktur hukum keperdataan di Indonesia,” kata pria yang menjabat Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) ini.

Selain itu, lanjut Andre, ada tantangan dari sisi teknis ketika dirinya melakukan negosiasi terkait dengan pembelian, penyewaan, dan asuransi pesawat. “Saya harus mengetahui dan mengerti bahasa teknis pesawat, komponen-komponen pesawat, perawatan pesawat, dan sebagainya. Sebagai contoh, dari sisi komponen utama pesawat, yaitu landing gears yang memiliki time limit. Baik pengoperasian secara base on cycle atau base on ours. Hal yang menarik, mau tidak mau saya dituntut belajar tentang pesawat dengan berbagai aspeknya. Jadi bukan dari aspek legal-nya saja,” tegas pria yang penyandang gelar Master of Laws dan Master of Science in Finance tersebut.

Pengalaman yang menarik bagi Andre, ketika dia melakukan negosiasi dalam pembelian pesawat yang dilakukan salah satu maskapai di tanah air. “Saya harus mengetahui kapan dapat menekan penawaran harga kepada penjual dan kapan harus menurut pada ketentuan yang ada dari penjual pesawat. “Diperlukan skill bernegosiasi dalam melakukan pembelian atau pembiayaan mengenai penyewaan pesawat dari sisi legalitas, dan regulasi dengan mempertimbangkan sisi teknis pesawat,” pungkas Andre.

Andre Rahardian

Partner dan Praktisi Hukum, Hanafiah Ponggawa & Partners (HPRP

Share :
You might also like