Dirjen Hubud : Lebaran 2018 Berjalan Selamat, Aman dan Lancar

Jakarta, airmagz.com – Antisipasi dan kerjasama strategis yang bagus antara regulator dan operator penerbangan serta masyarakat pengguna jasa penerbangan membuat operasional penerbangan selama arus mudik dan balik di Bandara2 seluruh Indonesia berjalan baik dan lancar dengan tingkat keselamatan dan keamanan yang tinggi.

Demikian diungkapkan Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso yang mengadakan inspeksi di bandara Joglosemar yang merupakan bandara sibuk melayani hari raya Iedul Fitri tersebut, pada pagi hari ini dengan didampingi Direktur Utama PT. Angkasa Pura 1 Faik Fahmi selaku pengelola bandara di Airport Jogyakarta.

“Arus mudik dan balik Lebaran di Yogyakarta ini sangat tinggi. Bahkan peningkatan jumlah penumpangnya melebihi peningkatan jumlah penumpang secara nasional. Namun syukur Alhamdulillah semua penerbangannya berjalan dengan lancar. Hal ini karena operator penerbangan baik itu maskapai, pengelola bandara, AirNav serta masyarakat mau mematuhi aturan yang sudah dibuat oleh regulator yaitu Ditjen Perhubungan Udara dengan baik. Untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu kelancaran ini,” ujarnya.

Menurut Agus, ada dua hal yang sangat membantu sehingga operasional penerbangan Lebaran di Joglosemar pada umumnya dan Yogyakarta khususnya berjalan dengan baik walaupun jumlah penerbangannya melonjak tinggi. Yang pertama adalah adanya extra flight yang dikelola dengan baik dan kedua terkait perpanjangan jam operasional bandara yang tadinya hanya sampai jam 24 kini menjadi 24 jam.

Dari laporan yang diterima, Agus menyatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang pesawat di Yogyakarta mulai dari H-7 hingga H+3 mencapai 11,64 persen. Jumlah ini diperkirakan meningkat lagi mengingat pada H+4 diprediksi merupakan puncak arus balik di bandara Adi Sutjipto sehingga secara keseluruhan peningkatan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 13-15 persen. Jumlah ini melebihi rata rata peningkatan jumlah penumpang nasional yang sekitar 10 persen.

“Yang menggembirakan, walaupun ada peningkatan jumlah penerbangan yang pesat, tingkat delay-nya masih bisa dikendalikan sehingga 75 persen dari delay-nya tidak lebih dari 30 menit. Dengan demikian penumpang tidak banyak terganggu dan penerbangan masih lancar. Ini bukti bahwa kerjasama regulator-operator dan masyarakat di sini sangat baik,” lanjut Agus lagi.

Secara Nasional, menurut Agus pada hari ini adalah perkiraan puncak arus balik Lebaran karena pada esok hari (Kamis) sudah merupakan hari kerja.

Dari laporan yang masuk ke Ditjen Perhubungan Udara, mulai dari H-7 hingga H+4, rata-rata tingkat isian penumpang maskapai mencapai lebih dari 90 persen.

“Sementara itu untuk tingkat ketepan waktu (punctuation) penerbangan yang direpresentasikan dalam angka On Time Performance ( OTP), paling bagus berturut-turut adalah :

1. Batik Air, 2. Garuda Indonesia, 3. Citilink, 4. Indonesia AirAsia dan 5. NAM Air. Dari urutan OTP dimasa lebaran 2018 ini terpantau beberapa airline swasta Indonesia mulai menunjukkan performansi membaik, ini signal positif dari profesionalism swasta Indonesia, dan saya berharap ambiance kebangkitan swasta nasional bisa berlanjut, kami selaku regulator penerbangan berkommitment kuat akan memajukan stake holder penerbangan Indonesia secara harmonis”, demikian Agus menambahkan

Extra flight yang sudah dilakukan oleh maskapai penerbangan mencapai sekitar 1000 penerbangan.

“Untuk extra flight sudah melayani penumpang dengan baik dan lancar. Dari catatan arus mudik ada yang menggembirakan. Yaitu untuk rute internasional, extra lebih tinggi dibanding tahun lalu, selain itu traffic internasional lenaran juga lebih banyak kenaikan prosentasenya dibanding dihari normal yaitu mencapai 18 persen, sementar flight imternasiomal harian hanya 10%. Ini menandakan perekonomian nasional dibawah Presiden Joko Widodo ini lebih baik sehingga banyak saudara kita dari luar negeri yang pulang ke berbagai daerah di Indonesia. Hal ini juga ditunjang dengan semakin baiknya infrstruktur penerbangan di daerah sehingga menimbulkan multiplier effect bagi perekonomian di daerah,” pungkas Agus. (IMN)

Share :
You might also like