22 Tahun di Perhotelan, Masih Jatuh Cinta

Siapa yang menyangka bahwa Tomy Jovan Andriansyah sudah lebih dari setengah usia hidupnya berlayar di dunia hospitality. Sejak lulus SMK Pariwisata di usia 18 tahun, ia menjajal bidang ini karena penasaran. Ibarat cinta pada pandangan pertama hingga akhir, hingga saat ini Tomy masih jatuh cinta pada dunia perhotelan meski sudah 22 tahun berlalu.

Perasaan bahagia, nyaman, dan semangat menjadi pemicu Tomy untuk terus menekuni bidang perhotelan. Beramah-tamah di setiap pagi dan kerap menyapa orang lain membuat Tomy merasa hari-harinya lebih bermakna. Itulah salah satu alasannya tidak bisa berpaling dari bidang ini, meski sempat “berselingkuh” menjadi pegawai pada sebuah bank di Jakarta.

Tomy melihat saat ini sudah ada banyak perubahan di bisnis perhotelan dan perkembangannya pun sangat pesat. “Dulu hotel dianggap tempat menginap saja. Sekarang hotel sudah menjadi bagian gaya hidup. Orang-orang makan di hotel, ada club juga. Bahkan hotel juga jadi tempat selfie dan tempat nongkrong,” ujar pria 40 tahun yang gemar berolahraga ini.

Tomy masih ingat, dulu orang lebih senang bekerja di luar negeri karena gaji yang lebih besar. “Banyak pemilik kapal pesiar yang mengajak orang Indonesia menjadi bagian dari timnya. Karena orang Indonesia dianggap pekerja keras dan loyal. Cuma kendalanya di bahasa. Tapi sekarang justru banyak orang yang tertarik bekerja di hotel Indonesia karena pariwisata Indonesia sedang berkembang,” tuturnya.

Memiliki banyak pengalaman, GM yang kerap mengurus dua hotel sekaligus ini belajar satu hal terpenting, yakni menjaga hubungan baik dengan partner kerja. “Sebagai rekan kerja, kita juga bisa berkawan secara pribadi. Tapi tetap harus diingat bahwa urusan pekerjaan dan urusan pribadi harus dipisahkan. Jangan sampai ada percekcokan yang membuat urusan pekerjaan juga jadi bermasalah,” ujar pria yang sudah pernah bekerja di 15 hotel ini.

Dalam mengelola hotel, tantangan terbesar bagi Tomy adalah menyatu dengan para stafnya yang kulturnya beragam. “Bekerja di hotel pasti berurusan dengan masyarakat yang juga memiliki beragam kultur dan perilaku. Bekerjasama dengan partner kerja yang memiliki beragam perilaku adalah tantangan tersendiri,” tuturnya.

Bagi Tomy, ada tiga kunci utama untuk sukses di bidang perhotelan, yakni ketekunan, kesabaran, dan improvisasi. Khusus improvisasi, bagi Tomy, adalah sebuah keharusan. “Sebab di luar sana  ada banyak orang yang juga mencintai bidang ini. Karena itulah saya harus berimprovisasi dalam mencetuskan ide agar berbeda dibanding yang lain.

Tomy Jovan A.

GM Golden Tulip Essential Hotel Pekanbaru & Golden Tulip Hotel Pekanbaru

Share :
You might also like