Survival Industri Penerbangan Nasional

Oleh : Marco Umbas

Pemerhati Penerbangan

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan bahwa potensi pertumbuhan penumpang udara di Indonesia masih akan terus meningkat setiap tahunnya. Pertumbuhan tersebut di topang dengan bonus demografi yang besar. Peningkatan pertumbuhan penumpang udara di Indonesia mencapai 11% per tahun, lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan di Asia-Pasifik yang hanya 9%. (Airmagz.com 9 Februari 2018)

Dengan potensi bisnis yang begitu menjanjikan, maka pertanyaanya adalah mengapa  Garuda Indonesia, AirAsia dan Lion Air masih  merugi??

(Bos Lion Air: Industri Penerbangan Alami Masa Berat di 2017, 06 Feb 2018, Liputan 6)

Tantangan Internal

Penambahan pesawat Lion Group, Garuda Group dan AirAsia yang dioperasikan di penerbangan domestik diindikasikan telah mengakomodasi  pertumbuhan traffic bahkan pada rute-rute tertentu jumlah kapasitas melebihi market size yang ada. (Maskapai Penerbangan Domestik Berlomba Tambah Armada,kompas.com,16 April 2018).

Lebih jauh kenaikan  biaya bahan bakar yang  sudah mencapai US$73/barrel dan indikasi akan naik sampai US$90 diakhir tahun ini atau telah naik lebih dari 20% dari pertengahan tahun ini. (https://www.thebalance.com/oil-price-forecast-3306219)

Salah satu kontribusi terbesar dari struktur biaya penerbangan adalah biaya  sewa pesawat yang dibayarkan dalam Dolar. Maka   dengan pelemahan nilai tukar  mengakibatkan peningkatan biaya dan cash out flow .

Penguatan kurs dollar terhadap mata uang dunia khususnya mata uang asia tenggara merupkan fenomena global karena  indikasi peningkatan Interest rate  di Amerika Serikat. Sehingga penurunan nilai tukar tidak dapat dihindari dan menjadi factor yang uncontrollable. (Dolar AS Bisa Ngamuk Lagi Jelang Pertemuan The Fed, detikFinance,  27 Apr 2018)

Tantangan Eksternal

Kebijakan pemerintah yang mendukung perkembangan industri penerbangan nasional seperti insentive penerbangan nasional (http://www.kemenperin.go.id/ artikel/ 13939, Mendorong- Industri-Penerbangan-Makin-Kompetitif) dan penentuan tarif batas atas dan batas bawah.

Seyogianya kebijakan tersebut disesuaikan  secara berkala berdasarkan situasi terkini khususnya dengan trend kenaikan biaya bahan bakar. Lebih jauh kepatuhan akan kebijakan tersebut seyogianya menjadi PR pemerintah untuk melakukan tindakan disiplin terhadap maskapai yang tidak mentaati aturan tersebut!

Perubahan pola belanja konsumen khususnya didalam melakukan penerbangan seyogianya diteliti secara berkala. Sehingga setiap perubahan pola belanja konsumen dapat diantisipasi kemudian dapat didesign product/service yang dapat memuaskan keinginan konsumen tsb.

Sejalan dengan perubahan customer behavior, Gojek telah melakukan terobosan  dengan inovasi pemberian bar code untuk pedagang kaki lima (DetikInet 23 Mei 2018 , Pembayaran QR Code Go-Jek Rambah Warung Kaki Lima). Lebih jauh  Gojek didukung dengan pendanaan yang besar  dan terus  berinovasi untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan. (Google Suntik Dana Segar Rp16 Triliun untuk Gojek, CNN Indonesia, 18/01/2018)

Ryanair ternyata dapat menghasilkan keuntungan sebesar  €1.45bn atau naik sebesar 10%  dibanding tahun lalu meskipun Average  fares turun  3% dan  load factor 95%. (https://investor.ryanair.com/ wp-content/uploads/2018/05/Ryanair-FY2018-Results)

Keuntungan Southwest Airlines diindikasikan akan meningkat ditahun 2018   dengan Net Income $459 million di tahun  2017 akan menjadi pondasi yang solid. (https://www.fool.com/investing/ 2018/01/29/southwest-airlines-profit-is-set-to-soar-in-2018.aspx)

Bahkan SIA  net profit diproyeksikan meningkat  84.17%  atau  $663m pada tahun 2018, dibandingkan keuntungan pada tahun 2017 sebesar $360m (https://sbr.com.sg/aviation/news/sias-net-profit-projected-rise-8417-663m-in-2018). Keuntungan yang dihasilkan merupakan hasil dari penerapan konsep pemasaran dimana  Marketing be treated  as an Investment, focus on customer rather than product and  getting the customer involved in all aspects of your business. (Singapore Airlines’ Winning Strategy, https://hbr.org/2008/08/harvard-business-ideacast-107)

Selain direct competition terdapat indirect competition khususnya dengan  Online Travel Agent (OTA), dalam konteks ini  OTA cenderung lebih flexible menawarkan servicenya dari mulai tiket pesawat, hotel, tour, transport,attraction seperti yang terjadi pada Gojeg yang menawarkan layanan-layanan pendukung selain layanan utamanya.

Bersamaan dengan itu bahwa konsumen menyambut baik peran baru OTA dimana memberikan perbandingan harga dari masing-masing penerbangan secara berkala. Apalagi bagi Low Cost Carrier yang mempunyai service yang relative sama satu dengan yang lainnya.

Seyogianya disadari bahwa peperangan  di bisnis penerbangan bukan hanya dengan sesama maskapai penerbangan, namun juga dengan OTA bahkan dalam batas tertentu  telah mengambil alih peran distribusi maskapai penerbangan, apalagi dengan budget biaya iklan yang sangat besar.

Kenyataan Traveloka telah mengeluarkan biaya advertising sebesar  IDR1.2 trilyun, atau peningkatan sebesar 65 percent dibandingkan tahun sebelumnya.  (http://www.en.netralnews.com/news/business/read/18155/ 2017 spending.reaches. idr145.tln.meikarta.becomes.the.largest.spender)

Alternative Solusi

Walaupun terjadi kenaikan biaya bahan bakar dan  depresiasi nilai tukar mata uang serta adanya pesaing baru, namun kenyataannya terdapat beberapa maskapai penerbangan tetap dapat meraih keuntungan dalam kondisi yang sangat sulit.

Untuk itu perlu dicari  alternative solusi  sesuai dengan kekuatan maskapai penerbangan yang diharapkan dapat membawa  ke area positive. Mengingat strategi bisnis yang diimplementasikan saat ini tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Inovasi out of the box perlu segera dilakukan dimana mencakup segmentasi dan customer contact point, beyond its core product!! Untuk itu dibutuhkan kreatifitas yang tinggi agar dapat menciptakan New Service dan New Business Process  untuk meningkatkan kenyamanan customer.

Pada segmentasi pasar  seperti weekender market ex Jakarta memerlukan solusi agar penumpang nyaman menuju bandara pada Jumat sore. Untuk itu bundling strategi dengan Kereta Api Bandara merupakan solusi agar kenyamanan penumpang dapat terjaga.

Penanganan Mudik Market pada saat hari raya khususnya saat keberangkatan dan kepulangan, agar tidak terjadi penumpukan di bandara maka penggunaan web check-in, Aps check-in dan city check-in seyogianya ditingkatkan.

Dalam usaha meningkatkan jumlah visitor dan transaksi melalui Web site maskapai penerbangan maka bundling strategi dengan hotel/restaurant/taxi dapat menjadi solusi bahkan dapat menciptakan New Value Proposition maskapai penerbangan

Fleet planning Maskapai Penerbangan Nasional seyogianya ditinjau  secara berkala sesuai perkembangan traffic domestic dan internasional. Seperti rencana Lion membuka rute Eropa (Lion Air Siapkan Rute Baru ke Eropa Tahun Ini ( kompas.com, 16 Juni 2018) seyogianya di lihat dari perspective yang lebih luas mengingat persaingan, business model yang ditawarkan pada pasar tsb dan  Market size/preference. Sehingga fleet planning dapat dieskekusi dengan mempertimbangkan jumlah pesawat/jumlah crew yang dibutuhkan dan biaya penetrasi market serta pengendalian cash flow akibat operasi penerbangan tsb.

Dalam periode krisis saat ini maka  kemampuan leadership maskapai penerbangan akan menjadi driver untuk meningkatkan kualitas inovasi perusahaan  agar dapat menciptakan Unique Selling Proposition dibandingkan dengan pesaing.

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1439 H,  Mohon Maaf Lahir dan Batin

Share :
You might also like