Ini Hal-Hal Yang Akan Kemenhub Benahi Pada Penyeberangan Di Danau Toba

Jakarta, airmagz.com – Kementerian Perhubungan semakin fokus memperbaiki kualitas transportasi angkutan danau dan sungai serta penyeberangan di Danau Toba. Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjabarkan beberapa hal yang akan diperbaiki.

Pertama, Ditjen Perhubungan Laut dan Darat akan melakukan ramp-check untuk kapal. Kedua, yang menjadi prioritas adalah kapal kayu diharapkan tidak ada lagi dek 3, hal tersebut demi menjaga keseimbangan pada kapal.

“Dirjen perhubungan laut dan darat akan melakukan ramp-check. Yang menjadi prioritas, dek dilantai 3 diharapkan untuk kapal kayu tidak ada. Hal ini akan disampaikan pada semua operator pengelola kapal,” tutur Budi di Pelabuhan Tigaras, Sabtu (30/6).

Ketiga ialah akan menghilangkan teralis di sebelah kanan dan kiri jendela kapal. Juga memperbesar atau melebarkan akses pintu ke dek 2 atau pintu keluar dan masuk.

“Teralis yang dipasang kanan dan kiri jendela akan dihilangkan. Ketiga memperbesar atau melebarkan pintu keluar masuk atau akses ke dek 2,” ucap dia.

Keempat terkait ketertiban administrasi dan perbaikan regulasi. Selain itu pemerintah melihat dari sisi kemampuan dan keterampilan nakhoda harus ditingkatkan.

Sehingga Kementerian Perhubungan akan memberikan pelatihan bagi nakhoda di sekitar Dinas Perhubungam Provinsi dan tujuh kabupaten yang di Danau Toba. Sehingga mereka memiliki keterampilan syahbandar.

“Kepada nakhoda di sini harus ada pengawasan ketat jangan sampai ada pengaruh alkohol atau semacamnya. Pelatihan bagi nakhoda tanggal 5 Juli nanti akan diberikan ke Dishub Provinsi atau tujuh kabupaten yang ada di sekitar Danau Toba sehingga dia mempunyai keterampilan kesyahbandaran. Diberikan oleh BPSDM kementerian perhubungan,” jelas Budi.

Kelima, Kementerian Perhubungan akan memberikan handphone android untuk memantau cuaca di Danau Toba. Namun sebelumnya akan diberikan pengetahuan ke masyarakat tentang cara penggunaan handphone tersebut.

Keenam, akan disediakan repeater sebagai alat komunikasi di kapal penyeberangan. Menurut Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi hal tersebut sangatlah penting karena harus ada komunikasi selama penyeberangan untuk memonitor.

“Tidak kalah penting tentang komunikasi, banyak kapal yang tidak punya alat komunikasi. Nanti akan mencari anggaran untuk pemasangan repeater. Repeater ini adalah alat bantu di kapal. Kalau anggaran hubdat cukup sebagain alat komunikasi akan kita siapkan. Saya tidak janji semua bisa terpenuhi tapi akan diusahakan,” pungkasnya.  (IMN)

Share :
You might also like