Polisi Gandeng PUPR Terkait Korupsi Underpass Bandara Soetta

Jakarta, airmagz.com – Polisi masih menyelidiki kasus dugaan korupsi underpass Bandara Soekarno-Hatta. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengenai kasus tersebut.

“Nanti koordinasinya dengan pihak PUPR,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Adi mengisyaratkan bakal ada pihak dari Kementerian PUPR yang akan dimintai keterangan, tapi bukan di level menteri.

“Kejauhanlah (kalau panggil Menteri PUPR),” ujarnya.

Dalam kasus ini, Adi mengatakan pihaknya menelusuri ada-tidaknya kesalahan dalam konstruksi underpass itu. Polisi juga akan mendalami soal pengawasan pembangunan underpass Bandara Soetta.

“Terus ke depan kita akan melihat apakah ada kesalahan konstruksi dalam hal tersebut, yang selama ini kan sudah ditangani, kemudian kurun waktunya masih ada tahapan pengawasan atas pembangunan dari underpass tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya menyelidiki kasus dugaan korupsi underpass Bandara Soekarno-Hatta sejak Mei 2018. Dugaan ini muncul seusai ambruknya tembok underpass pada 5 Februari 2018.

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhedarwan sebelumnya menjelaskan penyelidik juga akan meminta keterangan kepada sejumlah pihak terkait kasus tersebut. Rencananya, PT KAI dan PT Waskita Karya akan dimintai klarifikasi dalam kasus ini.

Kasus ini berawal dari penyelidikan Polres Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu polisi juga telah memeriksa sejumlah pihak terkait proses pembangunan underpass tersebut.

Setelah itu, muncul dugaan korupsi yang kemudian diselidiki oleh Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Setelah berbulan-bulan, kasus tersebut akhirnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga menduga kegagalan konstruksi sebagai penyebab ambruknya tembok underpass di Jalan Perimeter, Bandara Soekarno-Hatta.

“Yang di bandara ini, menurut kami, masuknya ke kegagalan konstruksi. Jadi nanti akan dikirimkan ahli khusus untuk menilai,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto ketika ditemui di kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis (8/2).

Diketahui, tembok underpass Bandara Soetta ambruk dan menimpa sebuah mobil pada Senin (5/2). Ada dua orang yang berada di dalam mobil itu dan akhirnya bisa dievakuasi setelah melewati waktu berjam-jam. Satu orang meninggal dunia akibat insiden tersebut. (IMN/detik.com)

REKOMENDASI