Jalan-jalan, Obat Momen Patah Hati

Humaira Ryanaputri pernah mengalami pengalaman paling membuat patah hati saat kecil. Mojang Bandung yang sempat tinggal di Hamburg, Jerman, selama beberapa tahun lantaran mengikuti sang ayah bertugas ini, berkesempatan menjadi pasukan pengibar bendera di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di sana.

Perempuan yang biasa disapa Putri ini, harus berlapang dada. Setelah dua bulan latihan non-stop, rupanya Putri dan beberapa rekannya batal mengibarkan bendera.

“Setelah dua bulan bersusah payah, ternyata pas hari-H, hujan turun dengan deras. Jadi, upacara 17 Agustus diadakan di dalam gedung, tanpa adanya upacara pengibaran bendera. Saya dan kedua rekan lainnya, hanya diminta untuk baris dan mengikuti upacara sebagai peserta saja.” ujarnya.

Berbicara soal pengalaman yang membuat patah hati, wanita karir yang sedang mengerjakan dua jabatan sekaligus ini, memiliki kiat sendiri untuk menyikapi momen patah hati. Baginya, jalan-jalan merupakan suatu kegiatan yang bisa menjadi obat patah hati.

“Jalan-jalan bisa membawa spirit-spirit baru saat saya kembali ke pekerjaan. Selebihnya, spirit itu seakan mendorong saya untuk menjalani hari-hari ke depan dengan lebih positif,” ungkapnya.

Perempuan lulusan Universitas Parahyangan Bandung ini mengaku, dari sekian tempat yang ia kunjungi baik lokal

maupun mancanegara, ia memilih Bali sebagai tempat paling berkesan yang pernah ia kunjungi.

“Saya suka laut, dan Bali memiliki pemandangan laut terbaik, baik di atas permukaan maupun di dalam air,” ujar perempuan yang berkeinginan untuk menyelam di Raja Ampat ini.

Humaira Ryanaputri

(Executive Secretary & Asst. PR Manager Mercure Serpong Alam Sutera)