Konferensi Nasional 1 Geopark Indonesia : Wonderful Geoparks of Indonesia

Jakarta, airmagz.com – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Badan Perencanaan Nasional, Bambang Brodjonegoro, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menghadiri Konferensi Nasional 1 Geopark Indonesia dengan tema Pengembangan Geopark sebagai Jalan Baru Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan yang berlangsung di Gedung Bappenas Ruang Djunaedi Hadisumarto.

Konferensi Nasional ini bertujuan untuk Mempertemukan para stakeholders dalam percepatan pengembangan dan pemanfaatan kawasan Geopark di Indonesia dan Memperkuat pemahaman serta dukungan dari berbagai pihak dalam mengembangkan Geopark di Indonesia.

Indonesia sendiri memiliki 4 UNESCO Global Geopark yang terdiri atas Ciletuh, Gunung Sewu, Gunung Batur, dan Gunung Rinjani. Sementara itu, terdapat 7 Geopark Nasional yang terdiri atas Kaldera Toba, Merangin, Belitong, Bojonegoro, Tambora, Maros Pangkep, dan Raja Ampat. Pengembangan Kawasan Geopark Indonesia terus dilanjutkan agar sesuai dan memberikan manfaat ekonomi seperti yang terjadi di negara-negara maju lain.

Dalam acara ini Menko Kemaritiman menyampaikan sambutan mengenai pentingnya memprioritaskan sektor Pariwisata sebagai pendulang devisa dengan nilai besar dengan modal biaya sedikit.

“Turis (Wisman) merupakan penghasil devisa yang paling besar dan akan mengalahkan sektor lain, ditambah lagi biayanya paling sedikit, maka kita perlu mendorong tercapainya target 20 juta wisman di tahun 2019, terkait Geopark, ini perlu dikapitalisasikan secara efektif agar mensejahterakan masyarakat dan menjadi sumber penerimaan negara yang baru.”

Dalam acara tersebut, masing-masing menteri/perwakilan Kementerian (Menpar, Kemen-ESDM, Kemen-LHK, Kemendikbud) menyampaikan komitmen dukungan ( Leader Statement) untuk pengembangan Geopark.

Dalam Komitmen Dukungannya, Menpar menyampaikan presentasi berjudul Economic Value of Wonderful Indonesia Geopark. Potensi Geopark Indonesia bila dikombinasikan dengan bagian lain dari daya tarik Ekowisata diperkirakan memiliki kontribusi sebesar 550 Ribu wisatawan pada tahun 2015 dengan nilai devisa sebesar 1 Miliar US$ dan proyeksi kunjungan wisman tahun 2019 sebesar 1,1 juta wisman, dengan target devisa sebesar 2 Miliar US$. Target kunjungan wisman Geopark tahun 2019 sendiei merupakan 5,5% dari total target 20 juta wisman.

Dalam acara tersebut, perwakilan UNESCO disaksikan oleh perwakilan lintas K/L memberikan sertifikat sebagai pengakuan Unesco Global Geopark sebagai kepada Ciletuh dan Rinjani. Sertifikat diserahkan kepada stakeholder Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan NTB. (IMN)