Bandara Tambolaka Bakal Berstandar Internasional, Menpar Dukung

Jakarta, airmagz.com – Kementerian Pariwisata mendukung pengembangan Bandara Tambolaka di Kabupaten Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, menjadi bandara berstandar internasional.

“Ada permintaan dari Dinas Pariwisata NTT agar Bandara Tambolaka bisa menjadi internasional. Kami pasti mendukung dan akan meneruskan ini kepada Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum,” kata Deputi Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gede Pitana di Waingapu, Jumat, 13 Juli 2018.

I Gede Pitana berada di Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur, dalam rangka mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka kegiatan festival tenun ikat Sumba yang dipadukan dengan parade 1001 kuda Sandalwood yang digelar pada Kamis kemarin.

Ia menjelaskan, Kementerian Pariwisata sangat mengapresiasi daerah-daerah yang antusias mengembangkan konektivitas transportasi untuk membangun pariwisata, terutama di kawasan timur Indonesia.

Untuk itu, kata Pitana, pihaknya berupaya mengembangkan sebanyak mungkin bandara berstandar internasional dan maskapai yang melayaninya.

Ia mencontohkan Bandara Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat dan Wakatobi di Maluku yang segera beroperasi dengan status bandara internasional. “Untuk Tambolaka ini pasti kami akan teruskan ke kementerian terkait agar dikembangkan sehingga bisa berstatus internasional,” katanya.

Pitana mencontohkan Bandara Silangit di Provinsi Sumatera Utara. Awalnya bandara tersebut belum siap. Namun, karena fokus pengembangan destinasi wisata unggulan Danau Toba dengan pasar utama dari Malaysia dan Singapura, dalam waktu kurang dari enam bulan bandara itu berubah status menjadi bandara internasional.

“Demikian juga Belitung, yang potensi wisata baharinya luar biasa, sehingga kami ingin ada penerbangan langsung internasional, dan kurang dari enam bulan menjadi bandara internasional,” katanya.

Pitana menambahkan, dukungan yang sama akan dilakukan untuk pengembangan BandaraTambolaka menjadi bandara berstatus internasional karena Pulau Sumba sendiri memiliki kekayaan pariwisata yang melimpah. (IMN/Tempo.co)