Memotret Karakter Manusia

Mengemban jabatan sebagai Public Relation di Kyriad Muraya Hotel Aceh menjadi kebanggan tersendiri bagi wanita bernama lengkap Maria Effi Yana. Selain bisa berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kalangan, Maria juga dapat belajar melihat karakter manusia.

“Orang-orang yang saya jumpai tentunya punya sisi berbeda. Saya belajar bagaimana memperlakukan tamu dengan baik. Ketulusan ini mungkin tidak bisa dilihat, tapi saya yakin itu bisa dirasakan, karena setiap orang berhak diperlakukan dengan baik,” katanya.

Sejauh ini ia sangat menikmati pekerjaannya. Meski dalam beberapa kasus Maria juga harus berhadapan dengan hal-hal yang menjengkelkan saat bertugas.

Salah satunya, saat kelahiran Aceh 26 tahun itu berbagi pengalaman soal wartawan gadungan. Ketika itu, lanjutnya, ada seorang yang mengaku sebagai wartawan yang entah dari media mana datang menemuinya dan meminta sejumlah uang atas liputan yang akan ditayangkan.

“Naluri saya yang pernah menjadi wartawan pun tidak membenarkan sikapnya tersebut. Dia marah besar dan mengancam akan melakukan hal buruk kepada saya,” ujar Maria. Meski semua berhasil ia atasi namun kejadian itu menjadi pengalaman berharga dalam menjalankan tugas selanjutnya.

Tak ingin larut dengan kesibukannya sebagai PR, Maria mencoba mengisi waktu senggangnya lewat hobi fotografi yang ia tekuni semasa masih kuliah. Penyandang gelar Magister dari Hebei University, China ini menyukai fotografi bertema human interest. Karena baginya, fotografi ini lebih natural dan tanpa dibuat-buat.

Memotret dari balik lensa bukan sekadar memotret objek tetapi juga memotret karakter manusia itu sendiri. Ia juga menyukai segala objek binatang dan suasana hutan. “Saya peduli terhadap konservasi lingkungan hidup. Saya mengerti betapa pentingnya kesadaran keseimbangan alam,” pungkas perempuan yang bermimpi ke hutan Amazon ini.

Maria Effi Yana

PR Kyriad Muraya Hotel Aceh

Share :
You might also like