Pendapatan Naik 11,5% GMF Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang

Jakarta, airmagz.com – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), perusahaan Maintenance Repair & Overhaul (MRO) terbesar di Indonesia mencatat pendapatan sebesar US$ 223,3 Juta. Pendapatan ini naik sebesar 11,5% setelah pada pertengahan tahun 2017 GMFI meraih pendapatan sebesar US$ 200,2 Juta. GMFI mencatat laba bersih sebesar US$ 20,1 Juta dengan margin usaha sebesar 9%. 

Profitability EBITDA mengalami pertumbuhan sebesar US$ 2.3 Juta (1H18 vs. 1H17) atau tumbuh 7.1%. GMFI juga mengalami peningkatan pada beban usaha sebesar 13,1 % yang diakibatkan diantaranya adalah selisih kurs.

Direktur Utama GMFI, Iwan Joeniarto mengatakan bahwa pencapaian GMFI pada semester pertama 2018 masih sesuai dengan rencana. Ia mengatakan bahwa GMFI, ditengah kondisi di tengah situasi makro ekonomi, seperti fluktuasi nilai tukar Rupiah dan kenaikan harga minyak, yang cukup menantang, pihaknya  terus mengupayakan berbagai hal agar tidak turut tergerus.

“GMF fokus pada pertumbuhan jangka panjang, jadi tidak melulu melihat pertumbuhan antar kuartal saja. Menyasar pasar internasional menjadi senjata GMF dalam mengembangkan bisnis di luar pasar domestik yang saat  ini telah dikuasai GMF. Hal ini jg merupakan bagian dari upaya untuk mendiversifikasi sumber pendapatan perusahaan dan mengurangi pengaruh makro, seperti pergerakan mata uang, dari suatu negara” ujar Iwan.

Tambahnya lagi, GMFI menambahkan beberapa kapabilitas baru agar daya saing perusahaan yang digawanginya tersebut dapat lebih baik lagi.

Direktur Utama GMFI, Iwan Joeniarto mengatakan hasil pencapaian ini akan terus ditingkatkan oleh pihaknya. Iwan mengatakan bahwa sumbangsih pendapatan tersebut didapat dari kontribusi dari Line Maintenance sebesar US$ 39 Juta sedangkan Repair & Overhaul sebesar US$ 184,3 Juta.

”Porsi ini sesuai dengan target perusahaan yaitu fokus pada bisnis perawatan komponen pesawat,” ujar Iwan.

Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa komposisi pendapatan dari Non Afiliasi meningkat menjadi 44,7% sedangkan pada pertengahan tahun 2017 hanya sebesar 31,6 %. 

Disamping kinerja keuangan yang baik, GMFI juga menghasilkan performa operasional yang gemilang. GMFI berhasil mencatat tingkat dispatch reliability sebesar 99,1% dan menaikkan maintenance event sebesar 10,8% menjadi 37,100 pekerjaan. Selain itu, GMFI juga mencatatkan angka sempurna yaitu 100% pada aspek Turn Around Time.

Pertumbuhan Jangka Panjang

Pada semester I 2018, GMF berhasil menambahkan 42 Part Number untuk perawatan komponen pesawat. Selain itu, GMF juga mendapatkan sertifikasi dari otoritas penerbangan sipil Amerika, FAA untuk perawatan Engine jenis CFM56-5B untuk pesawata Airbus A320.

Perluasan bisnis GMFI demi menunjang pertumbuhan jangka panjang juga dibuktikan dengan pengoperasian Landing Gear Overhaul Shop yang direncanakan akan beroperasi secara penuh pada kuartal ketiga 2018. Disamping pengembangan kapabilitas, GMFI juga meraih penghargaan International Safety Awards 2018 yang diberikan oleh British Safety Council.

Pada semester I juga, GMF sudah menambahkan tiga pelanggan baru dari pasar internasional dari Bangladesh, Thailand dan juga Yunani. GMFI juga kembali mendapatkan kepercayaan dari Airbus sebagai pemegang lisensi pusat pelatihan ‘Airbus Training Center’ selama 5 tahun kedepan.

Bisnis jangka panjang juga didapatkan dari sinergi grup antara GMFI dan maskapai berbiaya rendah Citilink. Bisnis Component Pooling didapatkan setelah pengembangan kapabilitas yang dilakukan GMFI. Iwan mengungkapkan optimismenya terhadap pencapaian GMF mengingat kultur bisnis MRO adalah bisnis jangka panjang.

“Kami masih optimis dengan kinerja GMF kedepannya untuk mencapai visinya menjadi Top 10 MRO di dunia. Hal ini terlihat dari pencapaian dan pertumbuhan bisnis GMF yang berada diatas rata-rata industri. Ditambah pasar MRO di kawasan Asia Pasifik dan potensi pertumbuhan MRO dalam negeri masih sangat besar dan menjanjikan bagi GMF,” tutup Iwan. (IMN)

Share :
You might also like