Tips Mengontrol Kepanikan Anak Saat Gempa Bumi

Jakarta, airmagz.com – Baru-baru ini Indonesia kembali berduka, pasalnya telah beberapa kali dalam rentan waktu sebulan telah terjadi bencana gempa bumi. Saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi ini bukan tidak mungkin itu akan membuat anak ketakutan atau khawatir.

Bahkan ketika anak hanya merasakan gempa karena daerah tempat tinggalnya ikut terdampak. Ketika anak takut atau khawatir karena terjadi gempa, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menenangkannya.

Pakar parenting Dr Michele Borba mengatakan, kunci membuat anak tenang ketika ada gempa adalah orang tua tetap tenang. Soalnya, anak-anak pasti akan berkaca dari orang tuanya. Saat orang tua bisa tenang menghadapi gempa yang terjadi, anak juga bisa ikut tenang.

Disampaikan Michele berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan orang tua untuk menenangkan anak ketika terjadi gempa bumi.

1. Jangan Panik dan Lakukan Lebih Banyak Aksi

Untuk anak balita dan usia sekolah, mereka akan melihat reaksi orang tuanya saat terjadi gempa. Kata Michele, saat orang tua panik sudah pasti anak ikutan panik dan bukan nggak mungkin akan takut. Untuk itu, perlu banget untuk orang tua kontrol emosi dan respons saat terjadi gempa. Lebih baik gunakan aksi seperti memeluk, berada dekat dengan anak atau menyentuh anak untuk memastikan mereka tetap aman, ketimbang menyampaikan banyak kata.

2. Terima Perasaan Anak

“Wajar jika anak takut dan kita hanya perlu menerima perasaannya. Saat anak menyampaikan rasa takutnya karena terjadi gempa, sampaikan kita tahu mereka takut. Bahkan tidak apa-apa sampaikan jika khawatir. Tapi di akhir, orang tua harus pastikan ke anak bahwa jika bersama-sama kita akan baik-baik saja,” kata Michele.

Terutama jika daerah tempat tinggal kita merasakan gempa karena terdampak, kata Michele bisa disampaikan ke anak gampa bumi itu mungkin bisa bikin beberapa daerah kacau tapi lokasi terjadinya gempa jauh dari tempat tinggal kita.

3. Sampaikan Cerita Positif

Mungkin gempa bisa menimbulkan korban jiwa dan kerusakan dan anak tahu itu. Untuk menghindari anak terlalu memikirkan itu, coba sampaikan ke mereka berbagai cerita positif di balik sebuah peristiwa. Misalnya, ketika seorang ibu dan anak bertemu setelah terpisah 7 hari akibat gempa, di situ ada jasa para tim SAR yang tidak pernah putus asa. Sehingga, ada hal positif yang didapat anak di tengah kondisinya yang sedang khawatir.

4. Batasi Tayangan Televisi dan Diskusi

Untuk anak balita, mereka masih sulit membedakan fantasi dan kenyataan. Paparan info menyeramkan tentang gempa di TV atau media lain bisa membuat anak berfantasi tentang gempa. Untuk menghindari itu, batasi akses anak pada TV atau media lainnya. Tapi, jika anak sudah lebih besar kita bisa ajak dia berdiskusi tentang pemikirannya terkait gempa. Dengan diskusi orang tua pun bisa berbagi perasaan dengan anak dan itu pastinya bikin anak merasa lebih baik.

5. Pastikan Anak Bahwa Kita Bisa Tetap Aman

Anak-anak mungkin membayangkan hal yang tidak-tidak saat terjadi gempa. Ini wajar tapi jangan lupa sampaikan ke anak bahwa di luar sana juga banyak orang atau petugas yang berusaha sekuat mungkin membuat situasi aman. Misalnya, ada petugas yang selalu memantau terjadinya gempa kemudian ada orang lain yang bertugas mengevakuasi warga ketika terjadi gempa.

6. Temani Anak Tidur

Terutama bagi anak usia prasekolah, ketakutan bisa mereka alami setelah tahu terjadi gempa. Ketakutan ini bisa dialami anak sampai di waktu tidurnya. Yang bisa dilakukan orang tua, persilakan anak untuk tidur dengan ayah atau bundanya karena itu bisa jadi salah satu cara membuat anak merasa aman dan memastikan bahwa ayah dan bundanya akan selalu ada di sisi dia.

7. Ajak Anak Melakukan Hal Seperti Biasa

Dikutip dari situs Departemen Pendidikan Selandia Baru, jangan lupa tetap jalankan rutinitas anak. Ini guna memastikan bahwa meski baru terjadi gempa, segala sesuatunya masih baik-baik saja dan anak bisa tetap menjalankan kegiatan rutinnya. Untuk anak, tetap berkegiatan rutin juga bisa membuat mereka teralihkan dari pikiran yang taneh-aneh tentang gempa.

“Namun tetap pastikan ke anak apa yang perlu dilakukan ketika memang terjadi kondisi bahaya misalnya mencari pertolongan atau saat terjadi gempa ajarkan apa yang perlu dilakukan anak,” kata situs tersebut. (BP)

Share :
You might also like