Plt Gubernur Lepas Tim Aceh untuk NTB

Jakarta, airmagz.com – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, melepas keberangkatan Tim Aceh untuk Nusa Tenggara Barat di Meuligoe Wakil Gubernur. Tim relawan berkekuatan 15 orang ini akan betolak menuju NTB, hari ini (Jum’at, 10/8) pagi, dan akan melakukan berbagai misi sosial di sana.

Sebagaimana diketahui, bencana gempa 7 Skala Richter pada 5 Agustus lalu telah menelan korban jiwa sebanyak 300 orang dan 45 ribu bangunan rusak parah. Sampai hari ini, hari keempat proses evakuasi masih terus berjalan, Kamis (9/8/2018).

“Saya yakin kita semua bisa merasakan betapa perihnya penderitaan saudara-saudari kita yang ada di lokasi bencana itu. Perasaan seperti itu pernah kita alami saat Aceh dilanda tsunami 13 tahun silam. Saudara-saudari kita tentu membutuhkan banyak bantuan, baik bantuan sosial, materi, sandang, papan, pangan, kesehatan dan juga bantuan recovery moral dan psikologis,” ujar Nova.

Untuk diketahui bersama Plt Gubernur Aceh telah menerbitkan Surat Tugas Nomor 94 Tahun 2018 kepada 22 orang dari SKPA, Unsyiah dan Komunitas Peduli Bencana untuk menggalang dukungan dari berbagai pihak di Aceh.

“Saya berharap gerak kita terkoordinasi dalam 1 tim. DPRA sudah berkomitmen untuk membantu 1 orang anggota Rp1 juta rupiah. Oleh karena itu saya perintahkan Kalak BPBA untuk berkoordinasi dengan DPRA,” imbuh Nova.

Tim Aceh untuk NTB bertugas memberikan bantuan medis dan non medis kepada masyarakat korban, serta melakukan assessment dan pemantauan di lokasi bencana guna melihat kebutuhan mendesak bagi para korban, serta ada pula tim sosial di lapangan.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur berpesan agar para relawan bekerja dengan ikhlas, sepenuh hati serta sungguh-sungguh untuk membantu  masyarakat korban bencana.

“Tunjukkan semangat solidaritas yang tinggi dari lubuk hari saudara-saudari sekalian agar beban para korban dapat kita ringankan. Bantulah masyarakat korban tanpa membeda-bedakan agama, ras maupun golongan. Prioritaskan bantuan kepada orang-orang yang paling menderita. Kemanusiaan adalah kemanusiaan tanpa tersekat dengan unsur SARA.” tegasnya lagi

Plt Gubernur juga berpesan agar para relawan selalu berkoordinasi dengan pimpinan di lapangan untuk  melaporkan kondisi-kondisi darurat  sehingga langkah preventif dapat dengan cepat diberikan.

Sementara itu, kepada tim assesment, Plt Gubernur berpesan agar selalu berkoordinasi dengan BPBA tentang kondisi lapangan, sehingga hal-hal yang dibutuhkan dapat dipersiapkan di Aceh.

“Tim dari Pemerintah Aceh, RSUD Zainoel Abidin, Unsyiah dan universitas lainnya dan  IDI akan mendukung kinerja saudara dari Aceh. Dengan demikian kami akan dapat memahami progress kerja saudara di lokasi bencana.” ujar Nova

“Sebagai utusan dari Aceh, saudara-saudari harus bisa menjaga citra Aceh. Oleh sebab itu nilai-nilai Islam harus senantiasa tergambar dari sikap saudara selama berada di daerah bencana. Selamat bertugas. Semoga perjuangan kita untuk meringankan beban korban bencana gempa NTB mendapat ridha dan berkah dari Allah,” pungkas Plt Gubernur itu. 

Sementara itu, Ketua tim relawan Aceh Safrizal Rahman menjelaskan, 15 orang relawan yang akan berangkat terdiri atas tenaga medis, ahli dan pakar gempa bumi dan bangunan, BPBD, Dinsos dan Tagana.

Selama di lokasi bencana, tim memiliki 3 fungsi utama yaitu assesment kesehatan, assesment dampak bencana dan assesment kebutuhan korban gempa dan pengungsi.

Hingga sore ini, total bantuan yang berhasil dikumpulkan dari para donatur hampir mencapai Rp400 juta.

Proses pelepasan ditandai dengan penyematan jaket Tim Relawan Aceh oleh Plt Gubernur Aceh kepada Safrizal Rahman, selaku Ketua rombongan relawan Tim Aceh untuk NTB. (BP)

Share :
You might also like