Akibat Mogok Massal, RyanAir Batalkan 400 Penerbangan

Jakarta, airmagz.com – Pilot maskapai Ryanair kompak mogok kerja di lima negara Eropa membuat terganggunya penerbangan di puncak musim liburan. BBC mengabarkan pada Jumat (10/8/2018), aksi walk-out selama 24 jam terjadi di Jerman, Swedia, Irlandia, Belgia, dan Belanda. Sebanyak 400 dari 2.400 penerbangan di Eropa terpaksa dibatalkan. Sekitar 55.000 penumpang akan terdampak dari aksi mogok kerja para pilot.

Mogok kerja tersebut merupakan yang terbesar dari serangkaian aksi protes terkait upah dan kondisi lingkungan pekerjaan. Perusahaan mengklaim telah melakukan segala upaya untuk mengatasi perselisihan. Diwartakan AFP, Jerman akan menjadi negara yang paling kena getahnya dengan batalnya 250 penerbangan di 10 bandara.

“Ryanair sendiri bertanggung jawab atas eskalasi yang kami hadapi sekarang,” kata presiden asosiasi pilot Jerman atau Vereinigung Cockpit, Martin Locher.

Manajemen maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berbasis di Irlandia ini pernah berhasil mencegah aksi mogok massal pilot sebelum Natal tahun lalu. Perusahaan sepakat untuk menyetujui berdirinya serikat pekerja untuk pertama kalinya dalam 30 tahun sejarah berdirinya perusahaan.

Namun, masih terdapat protes sejak perundingan perjanjian kerja sama tersebut. Sekitar 300 penerbangan Ryanair terpaksa dibatalkan pada Juni lalu akibat awak kabin di Belgia, Portugal, dan Spanyol mogok kerja selama 48 jam.

Maskapai penerbangan dalam beberapa hari terakhir mengumumkan pembatalan 250 penerbangan dari dan menuju Jerman, 104 penerbangan dari dan menuju Belgia dan 42 lainnya di Swedia dan Irlandia.

Pada Kamis (9/8/2018) malam, pengadilan Belanda menolak kasus yang diajukan Ryanair untuk menghentikan aksi pilot di Belanda bergabung dengan aksi pemogokan. Ryanair telah beroperasi ke 37 negara dan mengangkut 130 juta penumpang sepanjang tahun lalu. (IMN/Kompas.com)

Share :
You might also like