Pilot yang Jago Main Piano

Serius dan fokus bagi wanita karier adalah hal yang mutlak. Hal itu juga berlaku bagi Ana Nurmalita yang saat ini sedang menjalani training type rating pesawat BAE ATP sebagai calon first officer di Deraya Air.

Keseriusan Ana untuk menjadi pilot memang tak main-main. Buktinya, dalam beberapa waktu ke depan, dara kelahiran Surakarta, 30 April 1996, ini akan menjalani training simulator pesawat BAE ATP di Copenhagen, Denmark. Dan selanjutnya ia akan menjalani line training di Papua. Bahkan, suatu hari nanti, Ana juga sangat ingin mengelilingi dunia dengan pesawat yang ia terbangkan sendiri.

Sebelum bekerja di Deraya Air, Ana meraih lisensi PPL-CPL- IR-nya di Deraya Flying School (DFS). Ana mengaku, saat menjadi kadet di sekolah pilot itu, ia adalah perempuan satu-satunya di antara teman-teman seangkatannya.

Ana juga bercerita, selama kurang lebih satu setengah tahun mengenyam pendidikan di DFS, ada beberapa hal yang sangat berkesan dan berbekas di hatinya. Salah satunya, ia masih ingat betul bagaimana sulitnya menjalani sea and jungle survival saat baru saja berstatus sebagai siswi sekolah pilot di tahun 2014.

“Kami dilatih bagaimana cara bertahan hidup selama dua hari di laut dengan bekal yang sangat terbatas. Tidur di atas kapal karet semalaman di laut bersama 20 teman. Kami juga disuruh makan ikan mentah langsung dari laut. Saya yang paling banyak makan ikan mentah itu, 11 ekor,” tutur Ana seraya mengenang.

Begitu juga saat survival selama tiga hari di hutan. Ana harus mencari bahan makanan sendiri seperti ubi, buah, dan bahkan ular. Ia juga diajarkan bagaimana menggunakan kompas, cara membuat tali-temali, cara rappelling, serta tidur beratapkan ponco yang disusun bersama ranting-ranting kayu.

“Dari situlah saya mendapat banyak pelajaran berharga, mulai dari kerjasama tim hingga cara bertahan hidup,” tutur gadis yang hobi main piano ini.

Ihwal kegemaran bermain piano, Ana mengaku sudah mengenal alat musik itu sejak kelas III SD. Bahkan, dulu, setiap bangun tidur, hal pertama yang dilakukan Ana adalah bermain piano. Ia pun acap tampil dalam konser-konser musik di mall-mall atau cafe.

Bukan itu saja. Ana juga mengaku saat berumur 10 tahun pernah menjadi pemain piano termuda yang mengiringi paduan suara pada acara perpisahan di sekolah SD-nya. “Guru musik saya waktu itu memberikan reward berupa cincin emas sebagai tanda terima kasih kepada saya,” ungkap mantan anggota paskibraka di SMA dan pernah ikut menjuarai beberapa lomba paskibraka tingkat se-DKI Jakarta dan se-Indonesia ini. (BD)

Ana Nurmalita

(First Officer di Deraya Air)

Share :
You might also like