Event Pelaku Tambang Kembali di Gelar

Jakarta, airmagz.com – Mengusung tema ‘Mining & Engineering Indonesia 2018 (M&E 2018)’, kali ini Reed Panorama Exhibitions gandeng empat asosiasi di bidang pertambangan Indonesia. Acara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Mineral & Batubara Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono. Event ini akan berlangsung pada 12-14 September 2018 di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Ratusan pelaku usaha pertambangan dari sembilan negara yaitu Imdonesia, China, Taiwan, Australia, Swiss, Afrika Selatan, Cekoslovakia, dan Kanada turut meramaikan event tersebut. Berbagai inovasi, teknologi dan jasa pertambangan ditampilkan hingga berbagi informasi dan pengetahuan.

Pagelaran ini diharapkan menjadi saru wadah pertemuan bagi para pelaku usaha, pemerintah dan akademiis. Sehingga dapat menciptakan peluang bisnis bagi penyedia lokal maupun internasional serta membangun jaringan dengan profesional industri tambang dari Indonesia dan kawasan sekitar.

Ido Hutabarat selaku Ketua Umum Indonesian Mining Association (IMA) menjelaskan bahwa penyelenggaraan event tersebut untuk memenuhi permintaan pasar produk tambang dengan mendorong kebangkitam industri pertambangan di Indonesia.

“Melalui event in kami berharap Mining & Engineering Indonesia mampu menjadi satu moment dan wadah yang tepat bagi para pelaku industri untuk bertemu, networking, dan membuka peluang bisnis,” ujarnya.

Maria Achti Exhibition Drector Reed Panorama Exhibitions (RPE) menambahkan bahwa penyelenggaraan M&E Indonesia 2018 sejalan dengan komitmen kepada dunia industri. Dan diharapkan dapat memberikan peranan penting dalam menciptakan peluang yang potensial bagi para pelaku bisnis tambang di Indonesia, ASEAN dan kawasan Asia Pasifik.

“Selain itu acara ini juga mampu menjadi katalis yang memberikan pandangan baru terhadap industri tambang dan sektor pendukungnya sehingga dapat mendukung industri dan menghasilkan solusi nyata bagi kemajuan pertambangan Indonesia,” kata Maria.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2018 sebesar 5,06 % dimana industri pertambangan mengalami pertumbuhan 0,74 %. Sementara itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor Pertambangan Mineral dan Batubara mencapai Rp 40,6 triliun pada 2017. Capaian tersebut meningkat dibanding tahun lalu. (RDN)

Share :
You might also like